Benarkah Vaksinasi Covid-19 Memengaruhi Kesuburan Wanita? Ini Kata Ahli

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 15 Februari 2021 13:14
Benarkah Vaksinasi Covid-19 Memengaruhi Kesuburan Wanita? Ini Kata Ahli
Sejumlah unggahan di media sosial menyebut vaksin Pfizer bisa menyebabkan ketidaksuburan pada kaum hawa, ini penjelasannya.

Dream - Klaim di media sosial yang mengatakan vaksin Covid bisa mempengaruhi kesuburan perempuan tidak terbukti. Demikian menurut para ahli.

Sejumlah unggahan di media sosial menyebut vaksin Pfizer bisa menyebabkan ketidaksuburan pada kaum Hawa.

Namun Prof Lucy Chappel di King College London dan juru bicara Ginekolog dan Kandungan Royal College mengatakan, " tidak ada alasan vaksin itu mempengaruhi mekanisme biologi."

1 dari 4 halaman

Cara Kerja Vaksin

Dikutip dari BBC.com, Senin 15 Februari 2021, vaksin bekerja dengan mengirimkan pesan ke tubuh beserta cetak biru, sehingga tubuh bisa membentuk fragmen kecil mahkota virus corona yang tidak mematikan. Kejadian ini memicu sistem kekebalan tubuh untuk bertindak memproduksi antribodi dan sel darah putih untuk melawan virus corona.

Proses ini tidak akan mempengaruhi informasi genetik kita. " Partikel penyampai pesan" ini sangat rentan mati: mereka mengirimkan pesan lalu hancur. Itulah sebabnya vaksin Pfizer harus disimpan dengan sangat hati-hati karena materi genetiknya mudah hancur dan jadi tidak bisa digunakan.

Prof Nicola Stonehouse, virolog di Universitas Leeds mengatakan, tidak mungkin semua proses itu bisa berdampak pada kesehatan reproduksi.

Sejumlah kalangan sebelumnya mengutip soal panduan yang dipublikasikan oleh pemerintah Inggris dengan mengatakan " belum diketahui" apakah vaksin Pfizer bisa berdampak pada kesuburan. Informasi ini kemudian diperbarui dengan menegaskan penelitian pada hewan tidak memperlihatkan vaksin memengaruhi sistem reproduksi.

Ketika ilmuwan mengatakan tidak ada bukti, maksud mereka yakni belum ada studi dalam jangka waktu panjang terhadap vaksin tertentu tapi tidak berarti tidak ada fakta sama sekali.

Bahkan Prof Chappel menyebut, ada banyak bukti dari vaksin yang terbuat dari virus mati, termasuk vaksin flu, yang tidak berdampak pada kesuburan dan benar-benar aman dan disarankan untuk digunakan pada saat kehamilan.

2 dari 4 halaman

Vaksinasi Untuk Ibu Hamil

Sedangkan untuk pemberian vaksin bagi ibu hamil harus sangat hati-hati.

Meski vaksin berbeda dengan obat keras seperti thalidomide, sebagian besar tenaga kesehatan cukup berhati-hati. Sebagian dari mereka, tidak menyarankan ibu hamil menerima vaksin kecuali dalam kondisi sangat berisiko karena Covid-19.

Pemerintah Inggris mengatakan, " Vaksin belum diuji kepada ibu hamil, sampai ada informasi yang lebih lengkap, mereka yang hamil tidak harus menerima vaksin."

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Tak Perlu Panik Jika Muncul 'Covid-Arm' Setelah Vaksin Covid-19

Dream - Vaksin Covid-19 mulai diberikan pada kelompok-kelompok prioritas, antara lain tenaga kesehatan, mereka yang bekerja dalam bidang pelayanan publik, lansia serta pasien komorbid. Pemberian vaksin ini tak dipungkiri memiliki efek samping pada beberapa orang.

Seperti nyeri di bekas suntikan, bengkak, hingga reaksi alergi. Pada mereka yang ternyata alergi terhadap zat dalam vaksin, ternyata bisa mengalami " Covid-Arm" . Yaitu reaksi hipersensitivitas kulit setelah vaksin berupa merah dan bengkak yang cukup besar.

Kasus ini terjadi pada mereka yang diberi vaksin Covid-19 produksi Moderna. Tampaknya ini adalah reaksi alergi pada kulit yang terjadi setelah mendapatkan suntikan.

" Kami melihat kulit yang mengeras, dan kemerahan di tempat suntikan terjadi. Beberapa orang yang pernah mengalami 'Covid-19' juga melaporkan rasa gatal, dan mengatakan lesi (luka) tersebut menyakitkan untuk disentuh," ujar Debra Jaliman, MD, seorang dokter kulit yang berbasis di Manhattan, New York City, kepada Health

Penting diketahui, ternyata reaksi 'covid-arm' ini tak langsung muncul. Biasanya, ini muncul 5-9 hari setelah suntikan pertama. Hal ini membuatnya berbeda dari kebanyakan efek samping vaksin, yang biasanya terjadi dalam satu atau dua hari.

4 dari 4 halaman

" Saya pikir sudah selesai dengan efek sampingnya. Pada hari ketujuh setelah suntikan vaksin, ketika saya hendak tidur, saya mulai gatal di tempat suntikan," kata Chris Gilbert, MD, PhD, salah satu dokter yang mengalami " Covid-Arm" .

Pada hari kedelapan, lengan kanan atasnya terasa sangat gatal. Muncul lesi merah bulat dengan diameter sekitar dua inci di area suntikan. Jika mengalami hal ini setelah divaksin, jangan panik.

Efek samping tersebut cenderung singkat yang tidak berbahaya. Para ahli masih mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi kemungkinan itu hanyalah bagian dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin.

 

Beri Komentar