Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pasangan Ganda Campuran Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir (badmintonindonesia.org)
Dream - Ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir berjuang keras melawan ganda campuran Singapura, Danny Bawa Chrisnanta-Yu Yan Vanessa Neo di ajang Denmark Open Super Series Premier 2015.
Meski sempat kewalahan, Tontowi-Liliyana akhirnya lolos menuju babak perempat final dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-18.
Ganda andalan Indonesia ini sebetulnya memulai set pertama dengan keunggulan cukup jauh, 7-2. Tetapi, kesalahan yang kerap dilakukan membuat pasangan Danny-Vanessa mampu mengejar ketertinggalan poin. Alhasil, pasangan Singapura ini memimpin di set pertama.
" Hari ini penampilan kami kurang baik. Dari Owi sendiri bola-bola atasnya nggak percaya diri. Dia nggak bisa mengontrol, jadi lawannya dari yang nggak enak, malah balik percaya diri. Karena Owi beberapa kali nembak, nggak pas terus. Di situ Owi terpengaruh juga ke pukulan-pukulan berikutnya," ujar Liliyana.
Kehilangan set pertama membuat Tontowi-Liliyana lebih berkonsentrasi untuk mengamankan posisi. Tapi Danny-Vanessa tak mau begitu saja memberikan kemenangan kepada Tontowi-Liliyana. Skor ketat dan saling kejar terus terjadi hingga berakhirnya pertandingan.
“ Dari saya sendiri awalnya saya masih bisa mengontrol. Tapi akhir-akhir saya jadi kepengaruh juga sama penampilan Owi. Saya jadi kepikiran untuk ngejagain Owi, malah nggak fokus ke bola-bola depan. Harusnya saya juga bisa lebih fokus,” kata Liliyana mengevaluasi penampilan mereka.
Di babak perempat final nanti, Tontowi-Liliyana akan berhadapan dengan pasangan Tiongkok, Lu Kai-Huang Yaqiong. Di atas kertas, pasangan ganda campuran Indonesia ini lebih diunggulkan dengan kemenangan telak dari lima kali berhadapan.
Namun langkah waspada tetap harus diperhatikan Tontowi-Liliyana. Dikatakan Liliyana, jika penampilannya tak banyak berubah dari hari ini, Lu-Huang bisa jadi lebih membahayakan buat mereka.
“ Kami sudah cukup untuk mencoba pukulan-pukulan kami, penguasaan lapangan juga sudah lumayan lama. Mudah-mudahan besok bisa lebih baik dari hari ini. Karena kalau ini terulang buat besok, bahaya buat kami. Bisa fatal hasilnya,” tambah Liliyana.
Sumber: badmintonindonesia.org
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya