Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Katering Haji di Saudi Kesulitan Dapatkan Kecap Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 19 Juli 2018 12:50
Katering Haji di Saudi Kesulitan Dapatkan Kecap Indonesia
Jumlah bahan pangan Indonesia yang dijual di Arab Saudi masih sangat sedikit.

Dream – Kabid Katering PPIH Arab Saudi, Ahmad Abdullah, mengatakan, sejumlah perusahaan katering penyedia makanan untuk jemaah haji kesulitan mendapatkan beberapa bahan pangan dan bumbu Indonesia. Salah satunya adalah kecap.

’’Sampai sekarang, kecap belum 100 persen bisa dibeli oleh perusahaan katering. Kopi dan teh juga sangat terbatas ketersediaannya,’’ kata Ahmad, di Madinah, Rabu 18 Juli 2018.

Untuk mengatasi kendala tersebut, PPIH Arab Saudi bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah. Dua lembaga ini mengeluarkan ajakan untuk mendukung para importir Arab Saudi lebih giat membeli produk-produk Indonesia.

Perusahaan katering Saudi, tambah Ahmad, memang diharuskan mengolah makanan dengan cita rasa khas Indonesia. Menurut dia, hal itu merupakan arahan langsung Presiden Jokowi yang ingin agar ada 'nilai' dari Arab Saudi yang kembali ke Indonesia.

Ahmad mengatakan penyediaan konsumsi untuk jemaah haji melibatkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Untuk perusahaan yang mendapat kontrak penyediaan katering untuk 5 ribu jemaah, butuh karyawan minimal 60 orang. ’’Itu minimal, standarnya 70 hingga 80 orang,’’ kata Ahmad.

Selain cita rasa, Kasi Katering Daker Madinah, Dewi Gustikarini, memastikan katering untuk jemaah dikemas secara higienis. Makanan dibungkus dalam kotak aluminium.

Dewi mencontohkan untuk makan siang, diharapkan katering dapat dikonsumsi jemaah sebelum pukul 15.00 waktu Arab Saudi. ’’Jadi, begitu makanan datang, harap segera dinikmati. Jangan sampai lewat dari waktu yang tertera di kemasan,’’ ucap dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah

Beri Komentar