Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ankur Dan Nayanmoni Bezbaruah (hindustantimes.com)
Dream - Pasangan ibu dan anak di Distrik Dibrugarh, Assam Timur, India, Nayanmoni Bezbaruah, 37 tahun dan Ankur Bezbaruah, 18 tahun, lulus dalam ujian negara bersamaan. Tetapi, sang ibu mendapat nilai lebih baik dari putranya.
Nayanmoni berhasil lolos di ujian pertama dengan skor 69,8 persen dalam ujian seni. Dia juga berhasil menyabet nilai tertinggi dalam sosiologi tapi kalah dari anaknya di mata pelajaran favoritnya, yaitu sastra Assam.
Tetapi, hal itu malah tidak membuatnya senang. Penyebabnya, Ankur yang merupakan anak sulungnya tidak lulus dalam ujian negara tahap ketiga.
"Usaha saya telah membuahkan hasil, tapi saya akan lebih menikmati hasilnya jika anak saya (Ankur) mendapat nilai lebih baik. Dia harus memiliki karir yang dapat mengangkat kami dari kemiskinan," ujar Nayanmoni, dikutip dari hindustantimes.com, Jumat, 5 Juni 2015.
Kepala Sekolah Khowang Pithubor Girls Sontora Gogoi mengatakan, Nayanmoni berhasil lulus berkat dedikasi dan semangatnya yang membaja.
"Si anak tidak memiliki motivasi seperti sang ibu, yang justru lebih banyak di rumah. Sementara di sekolah, dia menjadi inspirasi bagi perempuan yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah demi mengurus keluarga," kata Gogoi.
Nayanmoni belajar di malam hari, setelah menidurkan anak-anaknya. Dia bangun pukul 04.00 pagi dan langsung mengerjakan pekerjaan rumah.
Selesai membereskan pekerjaan rumah tangga, dia bersepeda sejauh 12 km ke sekolah dari desanya di Dikhowkinar Changmaigaon. Desa ini terletak 12 km dari kota terdekat Moran, yang berjarak 404 km sebelah timur dari Guwahati. Daerah ini hampir tidak dapat diakses selama musim hujan.
Penduduk setempat mengatakan Nayanmoni akan menemani anak-anaknya ke sekolah dan ikut belajar budaya dan sastra di sana. Beberapa guru melihat kerinduannya untuk kembali menekuni buku-buku.
Nayanmoni terpaksa menikah pada usia 18 tahun sehingga dia harus meninggalkan bangku sekolah. Dia akhirnya mengambil ujian kedua yang pernah ditinggalkannya pada tahun 2013. Kedua ibu dan anak berhasil lolos ujian kedua.
"Nayanmoni mencetak 60 persen dalam ujian tahun pertamanya, tertinggi dalam 'karirnya' sebagai siswa. Tapi kondisi finansial telah membunuh semangatnya. Jadi kami bebaskan dia dari biaya sekolah di tahun kedua termasuk buku, bahan studi dan pelatihan. Dia telah membuat kami lebih dari bangga," kata Gogoi.
Nayanmoni tertarik untuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, dan berharap untuk memperoleh pengetahuan yang cukup untuk menulis puisi Assam. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti