Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ziarah Walisongo Ke Makam Sunan Drajat (www.youtube.com)
Dream - Berbagai upaya terus digenjot Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menawarkan pariwisata Indonesia. Salah satunya dengan melakukan perbaikan pada pengelolaan sektor wisata ziarah nusantara.
Menteri Arief Yahya juga berharap pengembangan wisata ziarah harus digarap secara lebih serius. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi pariwisata berbasis religi yang sangat lengkap dan diakui dunia.
Ia mencontohkan, adanya Situs Walisongo berpotensi sebagai jalur rute ziarah (pilgrimage route) terbesar dan terpanjang melebihi Camino de Santiago yang saat ini menjadi kebanggaan Eropa.
Selain sebagai warisan budaya berbasis Islam, situs Walisongo juga merepresentasikan keberagaman budaya dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Selain berziarah ke makam wali-wali, daya tarik yang lain adalah perayaan haul atau peringatan keagamaan untuk mengenang jasa orang-orang yang dianggap penting dalam konteks agama dan bangsa.
"Perayaan haul Sunan Ampel di Surabaya contohnya yang mampu menarik pengunjung hingga 10 ribu orang per harinya," ungkap Arief.
Selain itu, komposisi populasi berdasarkan pemeluk agama selain membentuk segmen wisatawan berbasis religi, juga akan membentuk karakteristik destinasi wisata ziarah (pilgrimage tourism) berbasis kewilayahan.
Sehingga perlu dilakukan perbaikan pariwisata yang akan fokus pada tiga hal. Seperti pengelolaan, pengemasan dan pemasaran wisata minat khusus.
"Sedangkan khusus untuk tata kelola destinasi, akan difokuskan pada kemasan atraksi dan daya tarik wisata ziarah," tegas Arief pada Workshop Nasional Tata Kelola Destinasi Wisata Ziarah kerja sama LKBN Antara dengan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu, 18 November 2015.
Ia mengatakan, mulai tahun depan pihaknya akan mengalokasikan Rp1 miliar per satu lokasi destinasi wisata ziarah untuk biaya pengelolaan destinasi khususnya sanitasi bersih.
Sementara terkait sumber daya manusia (SDM), pihaknya akan menyiapkan 100 orang per lokasi untuk memberikan bimbingan teknis soal hospitality di sebuah destinasi wisata ziarah.
"Saya minta koreografer dari nasional, pakaian juga diperhatikan. Promosi nanti kita akan bantu di semua tv nasional. Saya juga akan fokus di sanitasi, wc bersih," ungkapnya menutup pembicaraan.
Advertisement


Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

LEPAS Warnai Jakarta Fashion Week 2027, Kenalkan Leopard Aesthetics lewat Otomotif dan Fashion

Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?