Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(Foto: Dompet Dhuafa)
Dream - Hari kedua pasca tsunami di pesisir pantai di Selat Sunda, Dompet Dhuafa memperluas aktivitas respon tanggap darurat. Selain melakukan respon evakuasi korban yang berada di reruntuhan, Dompet Dhuafa juga melakukan respon kesehatan berupa ALS (Aksi Layanan Sehat).
Semua respon akan dilakukan di empat pos yang didirikan Dompet Dhuafa di Banten, dan Lampung sejak Minggu (23/12) kemarin.

Drg. Imam Rulyawan MARS, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, mengatakan aktivitas Dompet Dhuafa hari ini difokuskan membantu evakuasi bersama BASARNAS, TNI dan POLRI.
“Hingga siang ini, ditemukan beberapa jenazah dan tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa terus menelusuri puing-puing bangunan terutama penginapan yang berada di wilayah Carita, Tanjung Lesung dan Sekitarnya. Bantuan berupa logistik telah tersalurkan ke beberapa pos-pos Dompet Dhuafa yang hari ini akan didistribusikan ke titik-titik lokasi terparah dari bencana,” jelas drg. Imam Rulyawan MARS.

“Sejauh ini Dompet Dhuafa telah mendirikan empat Pos yang berada di Kecamatan Carita Kp. Cibeureum RT 17 RW 4, Desa Carita, Kecamatan Carita, (lokasi depan SDN Carita 1). Lalu Pos Tanjung Lesung Kp. Cikadu Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, dan Pos Induk Dompet Dhuafa Banten yang berada di Jl. KH. Sokhari No. 4C, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten 42118. Sementara Pos Dompet Dhuafa di Banten berada di Jl. Teuku Umar No.44, Sidodadi, Kedaton, Kota Bandar Lampung,” tambahnya.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin, 24 Desember 2018 pukul 07.00 WIB pagi, tercatat 281 orang meninggal dunia, sementara 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.
Cp Personel Lapangan:
USMAN 082124009115 (Pos Induk DD Banten - Serang)
ARHAN +6281212211313 (Tanjung Lesung)
GUNGUN +6285773562683 (Carita)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam