Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Dina Handayani)
Dream - Tak pernah terlintas sama sekali di benak Dina Handayani, seorang Sahabat Dream yang mengirimkan cerita awal mula berhijabnya lewat #KataHati, saat dirinya masuk ke dunia perkuliahan.
Ditambah euforia lepas seragam Sekolah Menengah Atas (SMA) membanjiri pikiran Dina agar tampil trendi dan modis saat kuliah.
Yuk simak cerita wanita kelahiran Jakarta, 29 Januari 1982 berikut ini:
" Jika ditanya kapan saya mulai berhijab? Maka saya akan balik ke pengalaman 'spiritual' yang saya alami 16 tahun lalu.
Tepatnya awal kuliah, euforia lulus SMA dan menjadi anak kuliah yang bebas dari baju seragam sekolah itu menyenangkan. Senang rasanya tiap hari bisa berangkat kuliah dengan pakaian bebas, jadi saat itu sedikitpun tidak terlintas untuk mengenakan hijab.
Apalagi waktu saya kuliah dulu model hijab belum banyak pilihan seperti sekarang. Namun, saat puasa tiba, November tahun 2000 lalu Saya dan teman kuliah sepakat selama bulan puasa untuk mengenakan hijab.
Dalam hati mengatakan 'aduh, pertama kali menggunakan hijab ribet sekali' apalagi kalau ada kuliah pagi saya harus menyiapkan waktu khusus untuk memasangnya.
Hal itu dikerenakan saya belum mahir dan tidak merasa cocok mengenakan hijab, hampir saya putuskan untuk tidak melanjutkan 'Program Hijab selama sebulan', benar saja teman sayapun satu persatu 'gugur'.
Tetapi alhamdullilah, saya bertahan dan #KataHati saya mengatakan 'Ayo Din, masa kamu mau lepas hijab?' semakin menambah keyakinan saya untuk tetap berhijab.
Sepulang dari Tanah Suci saya makin mantap untuk terus mengenakan hijab.
Ternyata keputusan saya berhijab mampu mengispirasi ibu saya untuk ikut mengenakan hijab juga. Alhamdullilah sampai sekarang tidak pernah sedikitpun terlintas untuk melepas hijabdan Insya Allah saya bisa semakin memperbaiki diri untuk lebih istiqomah dengan jilbab saya.
Banyak cerita #KataHati seperti Dina ini, apakah Sahabat Dream memiliki #KataHati saat memutuskan untuk berhijab?
Kirimkan cerita pengalaman pertama kali berhijab dengan tagar #KataHati ke komunitas@dream.co.id dengan memberikan foto berkualitas tinggi (high resolution) sekarang juga!
Cerita kamu akan ditayangkan di Dream.co.id.
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya