Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hidup Sehat (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjalani gaya hidup sehat akan sangat membantu mencegah berbagai penyakit kronis jangka panjang. Untuk menjalaninya terkadang susah-susah gampang.
Sebenarnya sih mudah tapi justru sering diabaikan. Nah berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang harus kamu ikuti agar tetap bugar dan pastinya gak pakai ribet.
Apa saja? yuk simak!
Mengurangi Konsumsi Gula dan Garam
Mungkin kamu bisa menghindari jenis makanan tertentu, tapi gula dan garam merupakan bahan yang paling sulit dihindari. Mengonsumsi keduanya secara berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan berbagai jenis penyakit.
Minum Air yang Cukup

Banyak orang tidak mencukupi kadar air yang dibutuhkan tubuh. Dehidrasi seringkali dialami dan kamu harus menemukan cara untuk mengatasinya. Setidaknya, konsumsi 1,5 sampai 2 liter air. Termasuk jus buah, teh, kopi, susu dan minuman sehat lainnya.
Makan Sehat dan Olahraga

Pastikan kebiasaan makan sehat dan olahragamu tetap seimbang. Berhenti merokok, kurangi konsumsi alkohol, makanan cepat saji serta yang berminyak. Makan sehat dan olahraga sehari sekali.
Sumber: Misskyra.com
Dream - Mati, jodoh, dan rezeki, sudah diatur oleh Allah SWT. Tapi, kita diwajibkan untuk selalu mempelajari apa yang menjadi rahasia Ilahi agar lebih bersyukur atas karunia-Nya.
Dikutip dari Mirror.co.uk, Para peneliti dari Universitas Harvard dalam British Medical Journal (BMJ) menyebut, wanita yang lahir di bulan April berisiko meninggal karena penyakit jantung lebih tinggi.
Penelitian itu dilakukan selama 38 tahun dengan melibatkan 116.199. Para respoden yang terlibat dalam penelitian ini berusia 30 hingga 55 tahun.
Selama 38 tahun itu, tercatat sudah terjadi 8.360 kematian. Sembilan persen responden yang lahir antara Maret hingga Juli meninggal karena penyakit jantung.
Dari rentang bulan tersebut, wanita yang lahir di bulan April memiliki risiko tertinggi yang meninggal karena penyakit jantung.
Sementara, wanita yang lahir di bulan November dan Desember memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit mematikan itu.
Sebanyak 8.360 responden yang meninggal dunia itu karena penyakit kardiovaskular. Penyakit itu penyebab gangguan jantung dan pembuluh darah.
Menurut para peneliti, wanita yang lahir di bulan April memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi karena dipengaruhi faktor pasca kelahiran, seperti fluktuasi musiman, ketersediaan nutrisi, suhu iklim, sinar matahari yang tersedia.
(Sumber: Mirror.co.uk)
Dream - Jean Taylor, wanita asal Inggris, merasa shock setelah memeriksakan diri ke dokter karena jarinya lebih besar dan kukunya lebih melengkung dari biasanya. Sebab, kondisi itu ternyata menjadi pertanda dirinya mengidap kanker paru-paru.
Setelah diagnosa dokter tersebut, nenek tiga cucu itu segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan biopsi pada paru-paru.
Beberapa hari kemudian, hasil pemeriksaan tersebut telah keluar. Dokter mengungkapkan temuan yang mengejutkan tersebut.

Jean Taylor jelas saja kaget, sebab kondisi kuku yang buruk itu merupakan tanda penyakit serius. Dia divonis mengidap kanker stadium satu di kedua paru-parunya.
Karena merasa terpanggil untuk menyebarkan informasi tentang kanker paru-paru, Jean Taylor memposting status di Facebook.
Dia memperingatkan netizen jika menemukan tanda-tanda aneh pada jari yang disebut dengan istilah nail clubbing.
Nail clubbing atau pembengkakan jari adalah bagian dari tanda-tanda rendahnya oksigen di dalam darah.
Pembengkakan ini bisa terjadi pada jari di tangan maupun kaki. Cirinya adalah jari tampak membesar dan kuku lebih melengkung dari biasanya.
Nail clubbing ini telah dikaitkan dengan penyakit lainnya, seperti penyakit kardiovaskular, AIDS, dan penyakit liver.
Finger atau nail clubbing adalah kondisi di mana ujung jari dan kuku membesar. Nail clubbing ini terjadi secara bertahap, menurut Cancer Research UK.
Pertama, pangkal kuku akan terasa lembut dan kulit di sebelah alas kuku menjadi berkilau. Selanjutnya, kuku mulai melengkung lebih dari biasanya ketika dilihat dari samping (dikenal sebagai Tanda Scarmouth).
Pada tahap akhir, ujung-ujung jari mungkin akan membesar dan membengkak. Nail clubbing ini diduga disebabkan oleh berkumpulnya cairan di jaringan lunak di ujung jari.
Deteksi dini terhadap nail clubbing akan menjadi petunjuk pertama adanya kelainan yang serius pada tubuh. Jika diobati secara dini, dapat disembuhkan.
Emma Norton, dari penyedia layanan kesehatan BUPA UK, menyatakan, ada cara mudah untuk mengetahui nail clubbing. Cara tersebut disebut dengan Tes Jendela Schamroth (Schamroth Window Test).
" Kebanyakan orang dengan kanker paru-paru tidak sadar bahwa jari-jari mereka bengkak kecuali mereka tahu secara khusus untuk mewaspadai hal itu," kata Norton.
" Tetapi Tes Jendela Schamroth adalah cara yang sangat mudah untuk mengetahui kemungkinan adanya nail clubbing. Tes ini digunakan oleh para profesional medis sebagai metode parsial untuk mengkonfirmasikan kondisi tersebut. Tetapi Anda juga dapat melakukan tes sendiri di rumah," tambah Norton.
Pertama, angkat tangan ke depan wajah dan satukan kedua ujung jari telunjuk Anda.

Kemudian, buat agar kuku pada kedua ujung jari telunjuk saling bersentuhan dengan menekuk ujung jari (lihat gambar).
Sekarang, coba lihat apakah ada celah kecil berbentuk berlian tepat di antara kutikula kuku?

" Jika Anda tidak melihat ada celah di antara kutikula kedua jari, ini berarti jari-jari mengalami nail clubbing. Anda harus mengunjungi dokter sesegera mungkin untuk menentukan apakah nail clubbing itu disebabkan oleh suatu penyakit," kata Norton.
Norton memperingatkan bahwa nail clubbing bukan berarti seseorang pasti menderita kanker paru-paru. Ada banyak alasan mengapa jari-jari bisa berbentuk seperti itu.
" Ini harus digunakan hanya sebagai panduan untuk membantu menentukan apakah Anda harus periksa ke dokter jika tidak menemukan celah di antara kutikula kuku," kata Norton.
Menurut Norton, ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang lebih signifikan dan menjadi panduan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut adalah gejala umum kanker paru-paru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya