6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tinddlywink (Foto: Stacy Squires / Stuff)
Dream – Mary McCarthy, wanita asal Selandia Baru ini mengeluh rasa sakit di hidungnya selama 37 tahun. Selama puluhan tahun itu McCarthy tak pernah menyampaikan keluhan yang dialami sejak kecil hingga sakitnya sudah tak tertahankan.
Tak disangka penyebab rasa sakit yang dialami McCharty ternyata berasal dari mainan berupa Tiddlywink yang menancap di dalam hidung bagian atas.
Tiddlywink merupakan permainan lama berbentuk seperti kancing yang harus dimasukkan ke wadah dari jarak tertentu.
McCarthy mengungkapkan mainan kecil itu masuk ke hidung saat ia usia delapan tahun.

Mary baru mengetahui rasa sakit di hidung akibat mainan tersebut setelah menjalani tes Swab Covid-19. Ia segera mendatangi tim medis karena rasa sakit luar biasa yang dirasakannya.
Ia akhirnya menjalani operasi untuk menemukan penyebab rasa sakit tersebut. Dokter bedah di Rumah Sakit Christchurch terkejut setelah menemukan benda kecil pipih berwarna kuning yang menancap didalam hidungnya.
" Suatu kali saya tidak sengaja menghirup bukan meniupnya. Saya takut memberi tahu ibu. Saya ingat saat itu ketakutan, bertanya-tanya ke mana perginya," ungkap Mary.

Sejak saat itu, Mary selalu merasa kesulitan untuk bernapas. Ia tak menyangka jika benda tersebutlah yang menjadi penyebab rasa sakitnya selama ini.
Dokter bedah mengeluarkan tinddlywink dengan cara mendorongnya hingga keluar melalui mulut.
“ Ketika bangun, saya bertanya apa itu. Mereka mengatakan tinddlywink yang bahkan warnanya tidak pudar," ungkap Mary.
Ia pun berterimakakasih kepada para dokter yang telah membantu mengeluarkan tinddlywink dari hidungnya. Kini Mary tak lagi merasa sakit saat bernapas.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
