BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang ibu muda tiga anak dikonfirmasi meninggal dunia usai dirinya menerima vaksinasi Covid-19 AstraZeneca. Sebelumnya, mendiang Lucy Taberer (47) dan pasangannya, Mark Tomly, warga Aylestrone, Leicester, Inggris, sangat bersemangat mendapatkan suntikan vaksin.
Tak lama setelah keduanya menerima suntikan pertama, Lucy jatuh sakit dan mengalami pembekuan darah di otaknya yang menyebabkan stroke hebat.
Dilansir dari WalesOnline, Selasa 29 Juni 2021, Mark mengatakan kepada LeicestershireLive, Lucy awalnya mengalami efek samping ringan setelah dia divaksinasi pada 19 Maret.
Kondisinya terus-terusan memburuk dan dia dibawa ke rumah sakit. Dia meninggal 22 hari setelah divaksinasi.
Setelah menjalani perawatan, pada 10 April 2021 Lucy dinyatakan meninggal dunia. Mirisnya, pemakamannya diadakan pada hari di mana dirinya dan Mark seharusnya menikah.
“ Dia memiliki rasa sakit di sisinya sehingga dia pergi menemui dokter umum yang mengatakan itu adalah batu ginjal dan meresepkannya beberapa obat penghilang rasa sakit," ujar Mark.
Menurut pengakuan Mark, Lucy tidak pernah berpikir bahwa sakit yang ia rasakan merupakan efek samping dari vaksin. Lucy percaya vaksin tidak akan memberikan efek samping yang fatal seperti kebanyakan orang.
Menurut cerita Mark, Lucy sempat mengalami memar seukuran bola tenis di sekujur tubuhnya. Sang tunangan pun merasa lemah dan lesu.
“ Kemudian dia mengalami ruam yang sangat parah di wajah. Gusinya mulai berubah warna dan kami sangat khawatir.,” jelas Mark.
Tiga belas hari setelah itu, Lucy dibawa ke Rumah Sakit Kerajaan Leicester di mana Lucy didiagnosis mengalami penggumpalan darah. Kondisinya memburuk dan dia menderita stroke berat.
Dia dipindahkan ke unit perawatan intensif di Nottingham's Queen's Medical Center (QMC). Sayangnya Lucy tak tertolong.
Konsultan mengatakan penyakit parah Lucy terkait dengan vaksin. Sertifikat kematiannya mengatakan dia meninggal akibat trombosis sinus vena serebral dan trombosis terkait vaksin dengan trombositopenia.
Mark sendiri juga menerima vaksin yang sama seperti mendiang kekasihnya.
“ Saya masih tidak berpikir saya akan mendapatkan dosis kedua saya setelah semua yang telah terjadi. Saya tidak mengatakan orang tidak boleh divaksinasi. Itu pilihan setiap individu," ungkapnya. (mut)
Sumber: Walesonline.co.uk
Juru bicara Leicester City NHS Clinical Commissioning Group menyampaikan turut berduka dengan kematian Lucy yang meninggal setelah menerima vaksin.
Pihak RS menegaskan pelaksanaan vaksinasi selama ini dijalankan dengan tunduk pada prosedur operasi ketat yang mencakup semua aspek layanan.
" Ini termasuk penyimpanan dan penanganan vaksin, perlindungan dan pengendalian infeksi, persyaratan dan pelatihan tenaga kerja, dan memiliki pengawasan klinis. Keselamatan pasien adalah yang terpenting dan proses operasi mencakup pengaturan untuk persetujuan, observasi dan menanggapi insiden."
Hingga saat ini, polemik soal dampak pemakaian vaksin khususnya, Astra Zeneca, memang masih menjadi perdebatan. Satgas Penanganan Covid-19 di Indonesia sendiri sudah memastikan vaksin Astra Zeneca aman digunakan oleh masyarakat.
Kasus serupa juga pernah ditemukan di Eropa. Namun otoritas di Benua Biru itu tetap melanjutkan proses vaksinasi dengan Astra Zeneca karena dipastikan aman. (Baca: AstraZeneca Dinyatakan Aman, Uni Eropa Lanjutkan Vaksin)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
