Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi (Foto: Jogjanews.com)
Dream - Pernikahan di Indonesia merupakan sesuatu yang sakral dan biasanya dirayakan dengan spesial.
Budaya Indonesia yang beragam juga turut mempengaruhi penyelenggaraan pernikahan. Nah, di Indonesia, ada beberapa adat penikahan yang unik yang sulit ditemui di tempat lain.
1. Prosesi pernikahan yang panjang
Bila di luar negeri proses penikahan cenderung sederhana dan selesai dalam waktu sehari, di Indonesia banyak adat suku yang mensyaratkan proses yang panjang dan bertahap.
Tradisi pernikahan adat Yogya misalnya, ada proses seserahan yang disebut Jodang dan Peningsetan.
Lalu setelah itu, dilanjutkan dengan upacara Tarub dengan memasang hiasan janur kuning, Siraman bagi mempelai wanita, dan Midodareni adalah proses akhirnya.
Lalu ada juga prosesi pernikahan ala Betawi yang juga bertahap. Prosesinya dimulai dengan Lamaran, Pingitan, dan Siraman.
Ada juga prosesi Potong Cantung atau Mengerik Bulu Kaling dengan memakai uang logam yang diapit kemudian digunting. Mempelai wanita pun melalui proses Malam Pacar.
Prosesi pernikahan adat di Indonesia lebih banyak tahapnya dan lebih kompleks. Sebabnya, pernikahan dipandang sebagai proses yang sakral dan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Oleh karena itu proses pernikahan cenderung dikaitkan dengan mitos, kepercayaan, adat, dan keberuntungan di atas hal lainnya.
2. Syarat menanam pohon di Kromojati
Pernah datang ke Gunung Kidul, Yogyakarta? Kalau pernah ke sana pasti Anda tahu jika daerah Gunung Kidul itu kering dan gersang.
Menanggapi keadaan ini, masyarakatnya punya cara yang unik agar pernikahan juga mempunyai manfaat bagi lingkungan sekitar.
Caranya adalah dengan menjadikan bibit pohon jati sebagai salah satu syarat pernikahan. Unik kan?
Adat pernikahan ini dilakukan di Desa Bohol, Rongkop, Gunung Kidul dan disebut sebagai tradisi nikah Kromojati.
Setiap warga Desa Bohol yang akan menikah disyaratkan untuk menanam bibit pohon jati minimal 5 bibit di lahan-lahan kritis yang tersebar di Dukuh Wuru dan Gamping. Aturan ini mulai diterapkan semenjak 2007.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya