Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kulit kusam tidak hanya menyebabkan hilangnya rona pada wajah. Berbagai masalah kulit seperti keriput, bintik hitam dan lingkaran mata juga bisa dipicu oleh kulit kusam.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan kulit menjadi kusam. Seperti paparan sinar matahari, polusi, debu dan bahkan makeup. Selain tubuh, kulit wajah juga perlu istirahat. Berikut ini tips dari Times of India, cara untuk mengistirahatkan kulitmu setelah lelah beraktivitas.
1. Eksfoliasi

Cara paling ampuh untuk menghilangkan kulit yang lelah adalah dengan melakukan eksfoliasi. Gunakan scrubbing dengan formula lembut selama seminggu sekali.
2. Perbanyak Konsumsi Air

Selain perawatan dari luar, kamu juga perlu merawat kulit dari dalam.Contohnya adalah dengan rutin meminum air putih setiap hari. Hindari konsumsi minuman manis dan kaffeine yang berlebih.
3. Masker

Masker dengan formula hydrating bisa dijadikan andalan untuk relaksasi. Kamu juga bisa membuatnya sendiri, yakni dengan mencampur yogurt, jus lemon dan bubuk kunyit. Diamkan pada wajah selama 10 menit sebelum dibilas.
4. Kurangi Garam

Garam yang berlebih bisa menyebabkan tubuh membengkak, salah satunya bagian bawah mata. Kamu bisa mengatasi mata panda dengan mengompresnya menggunakan kentang atau mentimun.
5. Tidur yang Cukup

Kurang tidur bisa menyebabkan kulit wajah menjadi lelah. Pastikan kamu tidur dengan durasi yang cukup, yakni sekitar 7-8 jam sehari. Dengan tidur, kulit akan mengalami regenerasi sehingga mampu melawan penuaan dini.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)