Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Ramadan di Sri Lanka menawarkan pengalaman yang menyenangkan dan menyatukan komunitas di seluruh negeri untuk berdoa, berpuasa, dan berbagi momen berharga bersama orang-orang terkasih.
Jika Sahabat Dream bepergian di Sri Lanka selama Ramadan, jangan khawatir dengan suasana berbeda atau menu-menu yang sulit diterima lidah orang Indonesia.
Sebab, di Sri Lanka juga ramai menyajikan menu-menu khas Ramadan yang wajib banget kamu coba.
Ramadan di Sri Lanka
Mirip dengan suasana Ramadan di Tanah Air, selama bulan puasa penduduk setempat bangun pagi sekitar pukul tiga atau empat pagi untuk sahur sebelum memulai puasa.
Buat kaum Adam, biasanya pergi ke masjid untuk Subuh sementara perempuan bisa salat di rumah.
Tempat kerja tertentu di Srin Lanka memiliki jam kerja yang santai sementara ibu rumah tangga juga mendapatkan lebih banyak waktu luang karena mereka tidak perlu menyiapkan makanan di siang hari.
Wisatawan Muslim yang mengunjungi Sri Lanka selama bulan Ramadan akan ditawari berbagai pilihan makanan ketika datang ke sebuah tempat untuk mencari makanan sahur dan buka puasa.
Warung makan di pinggir jalan juga ramai menjajakan sajian buka puasa dan sahur untuk dipilih. Tak cuma itu saja, semua hotel terkemuka di negara ini juga menyediakan menu buka puasa yang menggiurkan.
Meski jenis makanan yang ditawarkan banyak dan beragam, tapi berikut adalah beberapa ide makanan berbuka puasa yang harus kamu coba saat bepergian di Sri Lanka selama bulan Ramadan.
© Ilustrasi/Shutterstock
Kanji adalah jenis bubur nasi yang merupakan salah satu hidangan paling terkenal selama bulan Ramadan di Sri Lanka.
Bubur beras susu ini tersedia dalam berbagai isian, baik ayam atau sapi yang dimasak perlahan dengan bawang putih dan dibumbui dengan santan untuk rasa yang unik dan berbeda.

Semangkuk kanji yang mengepul adalah makanan pokok di hampir setiap rumah selama Ramadan dan sering disiapkan sebagian besar masjid dalam jumlah besar untuk melayani masyarakat setempat.
Tekstur dan aroma yang luar biasa dari hidangan ini juga menjadikannya makanan idola banyak orang.
© Ilustrasi/Shutterstock
Samosa adalah camilan lain yang sangat disukai selama Ramadan di Sri Lanka. Meski samosa cukup populer di sejumlah negara Asia dan Afrika, Samosa di Sri Lanka diyakini memiliki keunikan tersendiri, terutama selama bulan Ramadan.

Sebagian besar kios pinggir jalan yang buka selama bulan Ramadan memajang makanan ringan gurih ini dalam jumlah besar, sehingga ramai dikunjungi orang sampai malam hari.
Berisi daging sapi atau ayam yang dicampur kentang rebus berbumbu rempah-rempah dengan kacang kapri, bawang bombay, daun ketumbar, serta paneer, dan dibentuk segitiga.
© Ilustrasi/Shutterstock
Sebagian besar street food di Sri Lanka selama bulan Ramadan juga menawarkan berbagai pakora sebagai makanan ringan yang populer selama berbuka puasa.

Dicintai karena teksturnya yang renyah, pakoras adalah gorengan tepung yang biasanya berisikan buncis, kentang, dan bawang dengan aroma rempah-rempah untuk menambah rasa.
Meski biasanya disajikan sebagai makanan pembuka atau dimakan sebagai camilan, pakoras adalah bintang utama di meja makan masyarakat Sri Lanka saat buka puasa.
© Ilustrasi/Shutterstock

Minuman manis dan mengenyangkan ini terdiri dari sirup mawar, susu, es krim, biji tukmaria disebut sebagai kasa-kasa), dan agar jeli.
Kehadiran Faluda saat Ramadan sangat dinantikan masyarakat Sri Lanka karena rasa milkshake yang unik dan eksotis. Buat kamu yang bukan warga Sri Lanka, wajib banget coba ini, sih!
Minuman ini dikenal dengan warna pink cerahnya yang khas dan disajikan di sebagian besar restoran, pilihan sempurna jika kamu ingin bersantai dengan minuman menyegarkan di malam hari setelah hari yang melelahkan.
Nasi Biryani
Hidangan nasi yang menggiurkan ini biasanya menjadi pemeran utama selama perayaan Ramadan dan Idulfitri dan disukai karena rasanya yang gurih dan lezat.

Hidangan biryani lengkap dinikmati bersama lauk seperti raita, telur, acar, dan banyak lagi. Aroma kunyit, kapulaga dan rempah-rempah lainnya menjadikan hidangan yang didambakan banyak orang.
Pilih dari beberapa versi biryani ada yang berisikan ayam, sapi, kambing, atau vegetarian.
© Ilustrasi/Shutterstock
Watalappan Sri Lanka adalah puding kelapa krim yang dibuat dengan Kitul Jaggery tradisional (pemanis yang terbuat dari pohon palem Kithul lokal) dengan rempah-rempah hangat seperti kapulaga dan pala.
Makanan penutup tradisional itu sangat terkenal di Sri Lanka. Jadi, jangan sampai kamu tidak mencicipi agar bisa menjadi pengalaman berharga.

Selain daftar ide makanan berbuka puasa di atas, kamu juga bisa menjajal menu-menu khas Ramadan seperti shawarma, hummus, roti, kebab, patty, dan gulung selama traveling di Sri Lanka.
Sebagian besar penduduk setempat memilih untuk berbuka puasa di suatu tempat kemudian melanjutkan makan malam di restoran favorit.
Jangan khawatir, sebab sebagian besar penduduk setempat sangat ramah dan akan menyambut para turis dengan hangat.
Sumber: Halal Trip
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?