Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Meski terkadang bikin malu, kentut pada dasarnya bagian dari proses metabolisme tubuh. Sebaiknya, jangan sampai menahan keluarnya kentut.
Kentut sebenarnya adalah gas sisa pencernaan makanan seperti karbon dioksida, metana dan hidrogen. Bisa dikatakan, kentut gas sampah dari dalam tubuh setelah selesainya proses pencernaan makanan.
Gas yang muncul harus keluar dari dalam tubuh. Jika tidak, justru gas tersebut bisa berbahaya.
Tetapi, suara kentut yang keluar dari tubuh tiap orang rupanya berbeda. Mengapa bisa terjadi demikian?
Ketika kentut keluar, terkadang menimbulkan suara. Ini terjadi karena pengaruh dari kecepatan keluarnya gas.
Pakar kesehatan pencernaan di Klinik Gastroenterologi Kedokteran University of Michigan, Michael Rice, MD, suara kentut setiap orang bervariasi. Ini bergantung kecepatan impuls gas-gas saat keluar.
Selain itu, ukuran dan bentuk anus juga berpengaruh terhadap variasi suara kentut. Sederhananya, Rice membandingkan lubang anus dengan alat musik tiup.
Semakin kecil lubang pada instrumen, nada yang dihasilkan semakin tinggi. Dengan begitu, nada yang terdengar semakin kencang.
Sebaliknya, semakin besar lubang di ujungnya, semakin rendah suara yang dihasilkan. Ini juga berlaku untuk berbagai suara kentut.
Nah, Sahabat Dream, sekarang pengetahuanmu bertambah satu lagi tentang alasan suara kentut bisa berbeda pada setiap orang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya