Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Anak Pemalu Jangan Dianggap Remeh, Justru Ini Adalah Tanda Kecerdasannya (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
Dream - Ibnu Qoyim pernah menjelaskan bahwasanya hati yang hidup adalah hati yang dihiasi oleh rasa malu yang sempurna. Begitu juga sabda dari Rasulullah saw:
" Malu sebagian dari iman." (HR. Muslim)
Malu tidak hanya berupa perbuatan atau perkataan kepada orang lain saja. Tetapi penting juga untuk memiliki rasa malu ketika melakukan maksiat atau hal yang dilarang Allah SWT. Bahkan di dalam Islam, itu adalah salah satu bentuk akhlak yang sangat dianjurkan.
Selain itu, dalam sebuah kitab bernama Fiqhul Haya oleh Muhammad Ismail Al-Muqoddam menjelaskan bahwa sifal malu adalah tanda kecerdasan seorang anak. Menurut beliau, sifat malu yang tumbuh sejak kecil, adalah kabar gembira bagi orang tuanya jika anak tersebut menjadi orang yang cerdas ketika sudah dewasa kelak.
Meski begitu, tidak sedikit anak-anak yang memiliki sifat malu, justru mendapatkan pandangan yang negatif. Lalu, bagaimana cara menghadapi anak yang pemalu?
Berikut adalah penjelasannya sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada anak yang supel, ceria, dan aktif. Tetapi, ada juga anak yang memiliki sifat malu. Anak yang pemalu biasanya mendapatkan citra yang negatif. Misalnya saja anak itu tidak ingin bermain dan bersosialisasi dengan anak lainnya.
Namun, di balik pandangan negatif tentang anak pemalu, sebaiknya anak-anak tersebut tidak diremehkan. Justru ada keistimewaan tersendiri di dalam diri mereka.
Ibnu Maskawih mengatakan:
" Jika kamu melihat seorang anak kecil merasa malu, menundukkan pandangannya ke bawah dengan tersipu, juga tidak menatapmu, maka ini adalah tanda keluhurannya dan merupakan bukti bahwa jiwanya sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk."
Lalu, Amr bin Uqabah mengatakan:
" Ketika aku berusia 15 tahun, ayahku berkata kepadaku, 'Hai anakku, telah habis masa kanak-kanakmu. Maka dari itu, peganglah rasa malu dan masuklah kamu menjadi ahlinya serta janganlah kamu meninggalkannya, maka kamu akan tahu manfaat dari sifat malu'."
Dengan begitu, anak yang pemalu janganlah dipandang sebelah mata. Tetapi bantulah anak tersebut, terutama orang tua untuk memosisikan sifat malunya itu dengan baik. Hal ini pun akan membuat anak nantinya tumbuh menjadi sosok yang memiliki sikap baik.
Ada tiga macam rasa malu dalam diri seseorang. Ketiganya adalah sebagai berikut:
Rasa malu yang pertama adalah malu kepada diri sendiri saat sedikit melakukan amal sholeh kepada Allah SWT dan kebaikan untuk umat dibandingkan orang lain. Rasa malu akan mendorong untuk meningkatkan kuantitas amal sholeh dan pengabdian kepada Allah SWT dan umat.
Rasa malu yang kedua adalah malu kepada manusia. Hal ini bisa mengendalikan diri supaya tidak sampai melanggar ajaran agama. Meski yang bersangkutan tidak mendapatkan pahala sempurna karena malunya bukan karena Allah SWT. Malu yang seperti ini bisa memberikan kebaikan untuknya dari Allah SWT karena dihindarkan dari dosa.
Rasa malu yang ketiga adalah malu kepada Allah SWT. Malu ini sangatlah baik karena bisa mendatangkan kebahagiaan di dalam hidup kamu. Seseorang yang malu kepada Allah SWT, maka ia tidak berani untuk berbuat salah dan meninggalkan apa yang menjadi kewajibannya. Ia merasa yakin bahwa Allah SWT akan selalu mengawasinya.
Jadi, memiliki sifat malu, apalagi bagi seorang anak bukanlah aib atau sifat yang harus dipandang buruk. Tetapi harus diarahkan dan dimbimbing. Dengan begitu, sifat tersebut bisa ditempatkan pada tempat yang tepat dan menjadi seorang anak sebagai sosok yang lebih baik.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A