Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Keputusan berhijab membuka pintu baru bagi karir Chintami Atmanegara. Tak lagi ingin berpuas diri di pentas hiburan, Chintami memantapkan niat terjun dalam dunia fesyen muslim.
Kegemarannya memburu kain dan aksesoris, membawa artis senior ini serius menggeluti dunia mode. Jika sebelumnya hanya mampu berkolaborasi dengan desainer langganan, kini ia mewujudkan ide-ide kreatif dalam koleksi kain-kainnya.
" Dulu paling kalau ke penjahit selalu bawa kain sendiri sama minta dibuatkan baju begini-begini. Tapi setelah memutuskan berhijab akhirnya mau full aja deh di baju," ungkap Chintami di Hotel Bumi Minang, Sumatera Barat pada Selasa, 24 Mei 2016.
Ketenaran sebagai selebritis tak serta merta membuat mudah diterima sebagai desainer pendatang baru. Rasa tidak percaya diri, membuatnya membuka jalur karir dari negara tetangga.
Kebiasan bertandang ke Hong Kong dan bergaul bersama komunitas hijab di negara tersebut, membulatkan tekad untuk membuat sebuah rancangan.
" Mana ada yang percaya saya bisa mendesain. Pertama itu malah di Hong Kong, Alhamdulillah sambutan bagus yang beli komunitas muslim di sana. Saya sering ngumpul majlis taklim di sana," imbuhnya.
Hingga akhirnya, Oktober lalu ia berkesempatan berkolaborasi dalam satu panggung Jakarta Fashion Week 2016 dengan enam desainer lainnya. Di tengah semangat yang membuncah, akhirnya Chintami tertarik untuk mengolah batik Cirebon. Dengan garis desain bergaya glamor, baju-bajunya identik dengan detail menarik seperti bordir atau bebatuan.
Keberhasilan di panggung JFW 2016, membuatnya terpicu untuk menambah koleksi berikutnya. Selama tiga bulan, ia mempersiapkan show perdana dengam harapan dapat dinikmati semua orang.
Hingga saat ini ia sudah berhasil mengembangkan butiknya hingga di tujuh tempat. Tiga terletak di Jakarta, kemudian tersebar juga Makassar, Balikpapan, Jambi dan Hong Kong.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya