Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

Bocoran 'Menaklukan' Si Kecil dari Guru Montessori

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 3 September 2017 17:13
Bocoran 'Menaklukan' Si Kecil dari Guru Montessori
Ada kalanya anak-anak sangat mudah diajak berkomunikasi dan menyampaikan perasaannya, tapi kemudian jadi rewel dan mengamuk.

Dream - Suasana hati anak-anak memang sulit ditebak. Mereka bisa tiba-tiba menangis padahal sebelumnya kegirangan dengan mainan barunya.

Ada kalanya anak-anak sangat mudah diajak berkomunikasi dan menyampaikan perasaannya, tapi kemudian jadi rewel dan mengamuk.

Dalam menghadapi level emosi anak yang naik turun ini, Christina Clemer, seorang praktisi pendidikan Montessori punya rahasia khusus. Ia setiap hari menghadapi murid-muridnya yang
berusia 3 hingga 6 tahun dan masalah emosi anak jadi 'makanannya' sehari-hari.

" Hindari memberi label pada anak, si cengeng, si pemalu, si pemarah dan semacamnya. Apalagi menyebutkan berkali-kali padanya. Dengan pelabelan ini anak malah akan mengikuti. Saat
anak rewel, menangis atau berulah, biasanya karena mereka bosan. Pemicunya? Tak ada yang mereka kerjakan atau hal baru baginya," ujar Christina.

Penting untuk selalu memberi kesibukan pada anak. Jika sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga, taruh saja beberapa kain, haunduk atau apapun minta anak untuk melipatnya. Meski
tidak rapi, anak ada 'pekerjaan' dan ia juga belajar. Cobalah lebih kreatif untuk memberi 'pekerjaan' pada anak.

Hindari juga menanyakan hal buruk yang berulang, misalnya kenapa anak menangis di sekolah atau alasan ia bertengkar dengan kakak/adiknya. Jangan fokus pada hal negatif tapi positif.

" Ungkapkan saja, 'hari ini menangis, tapi besok adik pasti lebih hebat tidak menangis di sekolah' atau 'kalau bertengkar dengan kakak harus segera baikan, jadi nanti bisa main sama-sama lagi', ini akan membentuk mental dan sudut pandangnya," ungkap Christina.

Anak memiliki kecenderungan mudah melupakan hal buruk. Jadi jangan mengingatkannya tentang hal negatif yang dilakukannya, tapi lebih pada mengajaknya untuk memiliki sudut pandang lebih baik dalam suatu masalah.

Sumber: Motherly

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More