Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Kini, vaksin Covid-19 sedang diuji coba di beberapa negara agar bisa menemukan yang benar-benar ampuh untuk mengatasi pandemi.
Salah satu negara yang tengah memproduksi calon vaksin Covid-19 adalah Rusia. Namun, mereka melakukan uji coba di negara lain, yaitu Brasil.
Dilansir dari Liputan6.com, baru-baru ini negara bagian Bahia di Brasil telah menjadi lokasi uji coba klinis Fase 3 untuk vaksin Sputnik-V. Rencananya 50 juta dosis vaksin tersebut akan dipasarkan.
Hal tersebut disetujui pada 8 September lalu dengan penandatanganan perjanjian antara Rusia dengan Gubernur Negara Bagian Bahia, Rui Costa.
Saat ini, Costa juga terus mempererat hubungan internasional untuk membantu perkembangan vaksin Covid-19. Bahkan, rencananya Bahia akan menerima 500 dosis setelah disetujui oleh regulator kesehatan Brasil, Anvisa.
Jika Sputnik-V terbukti berhasil mengatasi Covid-19 pada Oktober mendatang, Bahia akan mulai memasarkannya melalui pusat penelitian farmasi Bahiafarma .
Kabar baiknya adalah Rusia mulai menyebut Sputnik-V sebagai vaksin Covid-19 meski uji coba belum rampung. Nampaknya, keyakinan tersebut juga dirasakan oleh pihak berwenang di negara bagian itu yang akan membeli 50 juta dosis Sputnik-V.
Hal ini pun diakui oleh Kepala Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kiril Dmitriev pada 10 September lalu.
" Satu lagi negara bagian besar di Brasil telah setuju untuk mendapatkan 50 juta dosis vaksin," kata Dmitriev. Namun, ia tidak menyebutkan jelas negara bagian yang dimaksud.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya