Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Ilustrasi (Foto: Travelandleisure.com)
Dream - Melakukan traveling memang memperkaya pengalaman hidup. Anda akan bertemu dengan lingkungan, orang dan kebudayaan yang benar-benar baru dari sebelumnya.
Namun usai masa traveling berakhir, perjalanan jarak jauh berakibat buruk bagi sisi biologis tubuh. Kemungkinan mengalami jetlag menjadi lebih tinggi, karena kondisi tubuh yang secara alamiah akan menyesuaikan dengan zona waktu dimana Anda berada.
Seperti dilansir dari Huffingtonpost, ada beberapa tips dari pramugari yang telah mampu mengatasi jetlag setelah perjalanan panjang ke beberapa negara.
Salah satu kunci dalam menyembuhkannya adalah dengan mengetahui terlebih dahulu kondisi tubuh masing-masing orang.
Selain itu, tentu ada beberapa faktor eksternal yang dapat membantu Anda lebih cepat kembali normal setelah liburan. Beberapa di antaranya yaitu,
1. Memperbanyak konsumsi air minum
Penerbangan dapat menjadi penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Saat Anda mengalaminya tubuh akan terasa lebih lemah, terkadang juga disertai sakit kepala atau perasaan lelah selama perjalanan. Minuman berkafein seperti kopi akan menambah tubuh semakin kering dan jetlag akan semakin memburuk. Sehingga bagi orang-orang yang melakukan perjalanan jauh disarankan untuk menghindari kopi di atas jam 3 sore.
2. Lakukan tidur siang saat tiba di rumah
Mengistirahatkan tubuh menjadi sangat penting, karena itu merupakan cara terbaik untuk menyembuhkan kelelahan. Lakukan tidur siang dalam waktu singkat dan jangan lebih dari dua jam.
3. Memilih jadwal penerbangan yang terbaik
Beberapa orang dapat tidur dengan nyenyak selama di pesawat, namun sebagian juga tidak dapat melakukannya. Solusinya adalah dengan mengambil penerbangan di malam hari, jadi tubuh dapat langsung beradaptasi dengan jam tidur yang biasanya.
4. Sinar matahari
Sinar matahari merupakan pengatur waktu paling efektif untuk penyesuaian tubuh dengan zona waktu baru. Dan saat akan tidur, tubuh tetap mempertahankan rutinitas di malam hari. Pastikan kamar Anda benar-benar gelap ketika akan tidur. Siapkan masker mata dan telinga untuk membantu tidur menjadi lebih nyenyak dan biarkan sinar matahari secara alami membangunkan tidur Anda.
5. Jangan lupa makan
Beberapa orang yang melakukan perjalanan ke Eropa, terbangun di malam hari karena kelaparan. Saat itu tubuh memberi sinyal bahwa ini adalah waktu biasanya untuk makan. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya makan yang cukup sebelum memulai penerbangan. Atau menyiapkan makanan ringan untuk berjaga-jaga.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
