Cara Menggapai Mimpi Meski Terhalang Pandemi

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 26 Januari 2021 12:35
Cara Menggapai Mimpi Meski Terhalang Pandemi
Temukan jawabannya berikut ini.

Dream – Setiap orang memiliki impian dan harapan yang ingin dicapai dalam kehidupannya. Semua keinginan tersebut hanya bisa terwujud ketika kita melakukan segala usaha yang diperlukan. Bukan hanya berdiam diri dan berharap pada bintang jatuh.

Harapan tersebut mungkin sedikti terkenda di masa pandemi seperti sekarang ini. Kita menjadi tak leluasa beraktivitas di luar rumah karena adanya pembatasan kegiatan dalam upaya mengurangi penyebaran wabah Covid-19.  

“ Ada pandemi sekarang ini, orang awalnya bisa olahraga ekstrem sekarang ruang gerakanya menjadi terbatas, atau bahkan bukan hanya ruang gerak yang dibuat pemerintah karena adanya pandemi tetapi juga ruang gerak di kepala kita, 'oh gua gabisa, kan gak bisa keluar' karena ini itu,” tutur FWD Insurance Chief Marketing Officer Maika Randini pada konferensi pers Senin, 25 Januari 2021

Beliau menjelaskan bahwa pandemi menutup ruang gerak masyarakat dalam mencapai tujuan dari mimpi mereka.

1 dari 3 halaman

Cara melawan ketakutan memulai sesuatu

Di saat kita merasa takut untuk melakukan kegiatan atau takut gagal, coba tumbuhkan rasa berani dari dalam tubuh kita. Bikin definisi sendiri tentang merayakan kehidupan yang dimiliki, belajar bersyukur dengan keadaan.

“ Merayakan kehidupanmu tidak perlu bungee jumping atau panjang tebing, merayakannya bisa dengan bekerja dengan aman, tetap berkontribusi kepada perusahaan kepada negara, kepada keluarga. Nah itu cara saya merayakannya, nah kamu juga harus bisa menentukan sendiri,” tutur Maika.

Dia juga menyarankan untuk mengubah mindset dan pemikiran dalam diri sendiri. Ketika kita merasa bisa melaksanakan, upayakan agar tidak takut dan mencoba mengambil langkah dalam mencapai tujuan.

“ Harus berani memulai karena kalau nggak sekarang kapan lagi,” tambah Maika

2 dari 3 halaman

Tantangan yang dihadapi dalam mencapai tujuan dan mimpi

Tantangan yang paling besar adalah pandemi sendiri. Adanya pandemi menumbuhkan persepsi bahwa ruang gerak menjadi lebih minim. Adanya pandemi membuat komunikasi menjadi kurang lancar dengan sesama.

“ Dulu saya ada komunitas olahraga ekstrim, yang biasanya bisa latihan berkelompok sekarang jadi ga bisa karena pandemi,” ujar Extreme Sports Enthusiast Fedi Fianto pada kesempatan yang sama.

Ilustrasi© Shutterstock

Rencana yang sudah di planning menjadi berantakan karena adanya pandemi, buat orang yang suka lomba sekarang sudah ditiadakan membuat kurangnya motivasi untuk latihan.

“ Pada disable learning center yang menjadi hambatan dalah komunikasi, karena susah dari yang biasanya offline bertatap muka secara langsung menjadi harus secara online,” tambah ThisAble Representatives Fanny Evrita di kesempatan yang sama.

Fanny juga menjelaskan bahwa anak-anak disabilitas lebih sulit melakukan komunikasi dengan sesama dan pengajarnya. Akses informasi jadi ada hambatan.

 

3 dari 3 halaman

Cara menghadapi tantangan

Ilustrasi© Shutterstock

Masa sulit yang dialami bersama diperlukan beradapatasi dengan masalah yang terjadi dan lingkungan. Untuk melawan tantangan yang ada kita harus beradapatasi dengan pandemi itu sendiri.

“ Salah satunya ya latihan bareng pakai zoom, jadi latihan sendiri sendiri dulu, sepedaan sendirian, ga ada lagi latihan berkelompok. Dari contoh ini sebenernya kita tuh bisa beradaptasi kok walaupun secara perlahan,” ujar Fedi.

Selain beradaptasi juga harus menyesuaikan dan memotivasikan diri untuk melawan tantangan yang ada.

Intinya selama pandemi harus bisa beradaptasi, walaupun keadaan seperti ini mimpi yang kita tujukan harus tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan.

(Laporan: Josephine Widya)

Beri Komentar