6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
'Tembok Air Mata' Di Kepulauan Galapagos (Sumber: Http://www.amusingplanet.com/)
Dream - Kepulauan Galapagos dikenal dengan keragaman flora dan faunanya. Kepulauan ini dipopulerkan oleh Charles Darwin yang melakukan observasi mendalam di pulau itu selama pelayaran dari Beagle.
Di pulau inilah ia kemudian menghasilkan perkembangan teori evolusi dan seleksi alam, yang dikenal dengan Teori Darwin.
Sekarang, kepulauan dan perairan yang berada di sekitarnya dinobatkan menjadi Taman Nasional yang Dilindungi dan ditetapkan pula sebagai Cagar Laut Biologi. Serta resmi menjadi situs warisan dunia UNESCO.
Tetapi Kepulauan ini juga memiliki sejarah yang menyedihkan. Pada tahun 1832, pulau-pulau Galapagos yang " dicaplok" oleh Kolonel Ignacio Henandez menjadi bagian dari Republik Ekuador.
Menyusul setelah itu, dibangun sebuah tahanan koloni yang terpencil dan terisolasi dari daratan. Sehingga mustahil ada tahanan yang dapat melarikan diri dari tempat ini. Tahanan dari daratan dipindahkan ke pulau-pulau dan dipaksa untuk bekerja dalam bidang pertanian.
Prajurit-prajurit diasingkan dan diusir dari rumah. Mereka dipaksa untuk mengambil bagian dalam usaha kudeta yang gagal di daratan. Tapi kondisi jadi semakin mengerikan karena mengakibatkan sejumlah pemberontakan di tahun 1952.
Berbagai upaya dilakukan untuk menetap di Kepulauan Galapagos tetapi tidak ada yang berhasil. Manuel J. Cobos, yang membawa tahanan dan mewajibkan buruh untuk bekerja di ladang tebu dan perkebunan kopi, dibunuh oleh pekerja sendiri.
Lalu, José Valdizán yang dikontrak selama 12 tahun oleh Pemerintah Ekuador untuk bekerja di Galapagos, meninggal selama pemberontakan pada tahun 1878.
Menjelang akhir perang dunia kedua, Pemerintah Ekuador mendirikan tahanan koloni yang sama brutalnya di Pulau Isabela. Pada tahun 1946, sebanyak 300 tahanan dipindahkan ke Isabela dan dipaksa untuk membangun sebuah tembok batu yang tak bermanfaat sebagai bentuk hukuman.
Para tahanan harus berjalan jauh ke tambang, memotong batu-batu vulkanik yang besar, dan kemudian membawa mereka kembali ke situs. Banyak tahanan meninggal dalam penderitaan.
Akhirnya, pada tahun 1958 para tahanan memberontak. Para pejabat terkemuka dan para penjaga banyak yang dibunuh, serta banyak pula tahanan yang sekarat.
Pemerintah menutup koloni tahanan Isabela setahun kemudian.
Sisa-sisa dinding yang dibangun para tahanan masih tersisa sekitar 100 meter. Hingga saat ini masih dapat dilihat dari dekat Puerto Villamil. " Dinding sia-sia" ini merupakan bukti periode kekejaman dan penyiksaan tahanan sehingga dinamakan 'dinding air mata'.


(Sumber: Amusingplanet.com)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya