Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 Oktober 2020 07:24
Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?
Ada kondisi tertentu yang membuat masyarakat awam dianjurkan menggunakan masker medis.

Dream - Masker jadi barang yang wajib digunakan demi memutus rantai penularan Covid-19. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker kain tiga lapis untuk pemakaian sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Untuk itu, penting menyediakan masker kain dalam jumlah banyak di rumah. Untuk ayah, ibu dan anak-anak. Lalu haruskah menyetok masker medis di rumah? Masker medis sebelumnya langka di pasaran dan harganya melambung tinggi.

Hal tersebut terjadi saat Maret dan April awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Tenaga kesehatan sampai kesulitan untuk mendapat masker medis. Untungnya saat ini stok masker medis di pasaran kembali normal. Harganya juga lebih terjangkau.

Menurut WHO, masker medis lebih diperuntukkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Seperti asma, TBC, pasien kanker atau yang memiliki masalah imunitas. Masker medis tentunya juga direkomendasikan untuk tenaga medis yang bekerja di pusat layanan kesehatan.

Faktanya, masker medis tak bisa menangkal penularan virus Covid-19 seratus persen. Masih ada faktor lainnya yang juga berperan yaitu apakah disiplin cuci tangan pakai sabun/ menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan level imunitas tubuh.

 

1 dari 5 halaman

Stok seperlunya

Bila memang di rumah memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berat atau masalah imunitas, menyetok masker medis di rumah direkomendasikan. Beli dalam jumlah secukupnya, jangan berlebihan.

Simpan di tempat yang bersih dan steril. Akan lebih baik jika dikemas dalam wadah tertutup. Pemakaian masker medis juga dianjurkan oleh orang yang sehat dalam kondisi tertentu.

Masker medis

" Masker bedah disarankan jika datang ke tempat yang ramai," kata dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" beberapa waktu lalu.

Bila terpaksa harus keluar rumah dan mendatangi area yang ramai, seperti rumah sakit, berbelanja kebutuhan pokok, masker medis bisa digunakan untuk perlindungan optimal. Meski demikian, jangan lupa untuk jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun serta ganti baju sesampainya di rumah, demi mengurangi risiko penularan secara signifikan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Cegah Kluster Keluarga, Satgas Covid-19 Ingatkan yang Sering Keluar Rumah

Dream - Penyebaran kasus Covid-19 kini mulai banyak di kalangan keluarga. Mulai dari ayah, ibu, anak, kakek, nenek bahkan hingga bayi yang baru lahir bisa tertular COvid-19 jika salah satu penghuni rumah tak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Mengapa kluster keluarga bisa terjadi? Menurut dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" bersama dr. Lula Kamal mengungkap kalau sumber kluster kelaurga adalah mereka yang paling sering beraktivitas di luar rumah.

Cegah Kluster Keluarga, Satgas Covid-19 Ingatkan yang Sering Keluar Rumah

" Sumber penularan di keluarga yaitu yang paling sering keluar rumah, bekerja di luar. Satu bawa virus semua bisa kena," ujar dr. Dewi, Rabu 30 September 2020.

Untuk itu bagi Sahabat Dream yang terpaksa harus keluar rumah, pastikan mengenakan masker. Hindari kerumunan. Jika harus berbelanja bahan kebutuhan dan area pasar cukup ramai, dr. Dewi merekomendasikan untuk mengenakan masker medis.

" Untuk masker kain tiga lapis, turunkan risiko 45 persen. Masker medis atau masker bedah, bisa turunkan risiko penularan hingga 70 persen," ungkap dr. Dewi.

 

3 dari 5 halaman

Disiplin dengan Protokol Kesehatan

Saat keluar rumah, selalu ingat kalau risiko tertular di depan mata. Cegah dengan disiplin menggunakan masker. Selalu bawa hand sanitizer ke mana pun dan jaga jarak dengan orang lain serta hindari kerumunan.

Cuci Tangan Pakai Sabun Masih Sulit Dilakukan di Indonesia, Ini Sebabnya

Sesampainya di rumah, jangan langsung kontak dengan anggota keluarga. Ganti pakaian, taruh barang bawaan di luar rumah. Disinfektan barang pribadi, mandi dan keramas.

" Usahakan untuk kurangi kegiatan aktivitas di luar karena ada risiko yang dibawa pulang ke rumah. Jangan jalan-jalan di tempat yangg penuh keramaian. Jika ada tamu ke rumah baik saudara dekat atau teman tetap jalani protokol kesehatan, cuci tangan, jaga jarak," pesan dr. Dewi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. 

Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

4 dari 5 halaman

Ramai Kluster Covid-19 Saat Rapat, Cegah dengan Cara Ini

Dream - Tak semua kantor bisa menerapkan sistem bekerja dari rumah secara efektif dan efisien. Tatap muka kerap dibutuhkan untuk koordinasi dan pengambilan keputusan yang sangat penting.

Dalam situasi pandemi Covid-19 rapat di kantor tetap bisa dilakukan asalkan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Hal ini demi melindungi seluruh karyawan, termasuk keluarganya dari risiko penularan Covid-19.

Ramai Kluster Covid-19 Saat Rapat, Cegah dengan Cara Ini

Dokter Dewi Nur Aisyah, salah satu tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam talkshow bersama dr. Lula Kamal, mengingatkan para karyawan yang harus rapat di kantor kenakan masker dan jaga jarak.

" Tetap jaga jarak, take away makanan, snack jangan dimakan pas rapat, apalagi makan bareng-bareng di ruangan. Kalau makan kan masker harus dicopot dan ini meningkatkan risiko. Lebih baik tidak usah," kata dr. Dewi.

 

5 dari 5 halaman

Jangan Copot Masker

Ia juga mengingatkan baik atasan maupun karyawan yang rapat untuk mengenakan masker yang nyaman dan mudah berbicara saat dikenakan. Jangan buka masker sedikit pun saat rapat karena sangat berisiko.

Pakai masker

" Masker gak boleh copot, pilih masker yang suara tetap terdengar jelas saat dipakai. Kalau pakai mic, tiap orang satu, semprot lagi pakai hand sanitizer. Segera setelah rapat cuci tangan sering-sering," ungkap dr. Dewi.

Risiko penularan Covid-19 di dalam ruangan cenderung sangat tinggi. Ruang kantor dan area rapat cenderung tertutup dan udara berputar karena AC sehingga virus lebih mudah menyebar. Untuk itu, saat di harus ke kantor, menghadiri rapat masker wajib dikenakan. Rutin menyemprot disinfektan juga bisa dilakukan untuk pencegahan.

 

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak

Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More