Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Lipytan6.com)
Dream - Salah satu bagian dari masyarakat yang banyak terdampak oleh pandemi Covid-19 adalah kalangan tenaga kesehatan (Nakes). Di saat seorang pasien bisa disembuhkan dari virus Sar-CoV-2, seorang dokter, perawat, dan Nakes lainnya masih harus berjuang mengobati pasien lainnya.
Tekanan yang begitu berat tak dipungkiri bisa membuat beberapa Nakes frustasi dengan kondisi yang dihadapinya. Salah satunya adalah foto seorang perempuan diduga berprofesi dokter tengah tertunduk lesu di ruang operasi.
Dokter tersebut terlihat mengenakan Alat Pleindung Diri (APD) lengkap dan tengah bersiap untuk membantu persalinan seorang ibu hamil. Proses persalinan berjalan menjalani operasi caesar.
Diketahui dokter tersebut bernama Dokter Tasha. Dia adalah dokter kebidanan yang bertugas di salah satu rumah sakit di Malaysia. Dalam curahan hatinya di Facebook, ia mengaku letih dan frustasi karena salah seorang pasien hamilnya dinyatakan positif Covid-19.
Hal yang membuatnya frustasi adalah pasien tersebut dikabarkan tak mematuhi SOP Movement Control Order (CMO), mirip PSBB yang diberlakukan Indonesia.
“ Saya hampir tidak pernah menceritakan apa yang terjadi di tempat kerja tetapi hari ini saya merasa sangat frustrasi dan letih. Perawat saya mengambil gambar ini pada jam 4 pagi hari ini ketika kami menunggu bayi untuk dilahirkan. Ini saya," tulisnya.
Sebelumnya Dr Tasha menceritakan menerima panggilan darurat pada pukul 3 dini hari untuk standby karena diminta melakukan operasi caesar.
" Standby berarti tim pediatrik hadir saat proses melahirkan guna memastikan resusitasi jika diperlukan dan mengecek kondisi bayi apakah dalam keadaan baik-baik saja pasca persalinan, ” kata Dr. Tasha dalam postingannya.
Untuk operasi pasien caesar, dibutuhkan minimal 10-15 dokter dan staf untuk menjalankan prosedur dengan lancar. Tim tersebut termasuk personel dari tim anestesi, kebidanan dan pediatri.
Dr Tasha melanjutkan, sebenarnya tidak lazim operasi melahirkan dilakukan pukul 04.00 dini hari. Hal ini lantaran hanya ada sedikit dokter dan staf yang bekerja.
Jika keadaan darurat terjadi, dengan sedikitnya jumlah dokter dan staf, segalanya akan terasa lebih stres.
" Namun jika bayi dalam kondisi mengkhawatirkan dan ibu tidak sehat, maka operasi harus dilakukan. Ini menjadi indikasi untuk melanjutkan operasi caesar DARURAT kapan saja," jelasnya.
Namun menurut Dr Tasha, operasi caesar pukul 03.00 itu bisa saja tidak terjadi.
Dr Tasha menjelaskan operasi di waktu dini hari itu terpaksa dilakukan karena si bumi kemungkinan terpapar Covid-19. Dari hasil tes diketahui pasiennya positif tertular wabah penyakit pandemi tersebut.
Pengakuan dari si pasien makin membuat Dr Tasha terkejut. Diketahui jika keluarga dari ibu tersebut melanggar anjuran untuk tak bepergiaan saat Hari Raya Lebaran lalu.
" Ia mengatakan, ada kerabatnya yang tidak sehat namun memilih untuk mengunjunginya tanpa mengenakan masker, tidak menjaga jarak, dan pada dasarnya tidak mengikuti SOP yang diberlakukan," jelas dr. Tasha.
Tidak berhenti disitu. Sang ibu ternyata sempat pergi ke rumah beberapa kerabat meski merasa tidak enak badan.
Dr. Tasha mencurahkan rasa frustrasinya setelah kejadian tadi malam di tempat kerjanya. Dirinya sangat terkejut dengan sikap seseorang yang begitu lalai dalam kondisi pandemi saat ini.
“ Saya frustrasi karena selama cobaan ini, dia (pasien) tidak dapat meluangkan waktu 2 menit untuk memikirkan bagaimana hal ini dapat memengaruhi bayinya yang belum lahir. Lupakan tentang kami yang berada di garis depan, dia tidak menyadari bahwa jika dia positif Covid, itu mengubah seluruh pengalaman persalinannya,” jelas Dr. Tasha.
Dalam penjelasannya, jika pasien positif Covid-19, bayi harus diisolasi dari ibunya setelah melahirkan. Setelahnya, bayi baru lahir harus menjalani serangkaian tes usap beberapa jam setelah lahir.
“ Jika hasil tes bayinya positif, dia tidak memikirkan bahaya yang ditimbulkannya pada anaknya. Ia tidak memikirkan jumlah sumber daya yang akan digunakan hanya untuk memfasilitasi seorang pasien karena kurangnya pertimbangan untuk mengikuti SOP. Tidak ada pertimbangan yang diberikan, tidak ada kesadaran yang muncul," tulisnya.
Tasha mengungkapkan bahwa saat ini, dia merasa lelah dan kehilangan motivasi.
“ Sungguh melelahkan ketika Anda merasa harus berjuang sendirian dalam pertempuran ini dan beberapa 'orang' (rakyat) paling tidak peduli untuk berpikir serta memainkan peran mereka dalam hal ini. Paling tidak membantu meratakan kurva. Mereka lebih suka mendengarkan berita bohong, mengabaikan SOP, melewati perbatasan, dan akibatnya virus terus menyebar, ”ujarnya.
Dia menunjukkan bahwa baru kemarin, Malaysia mencatat lebih dari 7.000 kasus baru, jumlah tertinggi yang pernah tercatat hingga saat ini.
“ Karena tingkat kesadaran dan pertimbangan NOL dari beberapa pihak. Pada titik ini meskipun MCO 2 minggu, kasus masih meningkat. Kami tidak dapat melakukan ini sendirian, kami akan gagal jika Anda tidak melakukan bagian Anda. Kepada semua orang yang membaca ini, saya mohon - Tolong lakukan bagian Anda.," tutup Tasha.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya