Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Pergantian tren yang cepat dan dinamis telah mengubah prioritas masyarakat dalam membeli produk fashion. Kondisi ini mendorong para pelaku usaha untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan tren yang sedang digemari.
Mengikuti hal tersebut, Shopee menghadirkan kampanye Shopee 3.3 fashion sale yang berlangsung sejak 8 Februari hingga 3 Maret 2021 mendatang.
Kegiatan ini sengaja dihadirkan untuk menjawab segala kebutuhan masyarakat Indonesia mengenai tren fashion. Juga mendukung seluruh pelaku usaha di industri fashion untuk terus berkembang dan beradaptasi.
“ Shopee 3.3 Fashion Sale hadir untuk memenuhi kebutuhan fashion yang meningkat di tengah masyarakat Indonesia, dengan menyediakan akses yang mudah dalam memperoleh ragam variasi produk,” tutur Adi Rahardja Director Business Growth Shopee pada virtual media gathering, Rabu, 10 Februari 2021 kemarin.
Untuk menjawab semua kebutuhan fashion masyarakat di tengah pandemi, Shopee berupaya bekerja sama dengan berbagai mitra penjual dan brand terpercaya dalam menghadirkan serangkaian produk fashion yang trendi, stylish, dan berkualitas.
“ Di masa pandemi yang serba terbatas, saya merasa kebutuhan fashion untuk tetap tampil stylish sudah menjadi gaya hidup yang harus selalu terpenuhi," jelas Febby Rastanty selaku Public Figure dan Fashion Enthusiast di kesempatan yang sama.
" Muncul banyaknya fashion baru dengan cepat menuntut aku, kita semua untuk menyesuaikan diri dengan tren, harus tetap up to date,” tambahnya.
“ Hadirnya Shopee 3.3 fashion sale ini jadi momen yang pas sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tren fashion terkini, kita bisa belanja berbagai produk pilihan terpercaya tanpa harus keluar rumah,” jelas Febby.

Selain berguna bagi konsumen atau masyarakat, hal ini juga bermanfaat bagi para pelaku usaha industri fashion sebagai tempat atau wadah para pelaku bisnis untuk mempromosikan produknya dengan gencar ke seluruh Indonesia bahkan manca negara.
“ Semenjak gabung di sini, penjualan meningkat sangat pesat, kita tidak perlu repot juga untuk jualan sampai ke Papua, kan butuh biaya banyak buat buka di store di sana. Adanya platform digital memudahkan proses jual beli jadinya. Kirim ke kota manapun gampang jadinya,” tutur David Sanjaya Founder of Cammomile yang ikut virtual media gathering.
Mengamini pernyataan David, bahkan Muhammad Sadad selaku CEO Erigo pada acara yang sama mengatakan penjualan Erigo naik pesat hingga 10 kali lipat dari sebelumnya.
(Laporan: Josephine Widya)
Dream – Pandemi COVID-19 membuat masyarakat harus memanfaatkan teknologi digital salah satunya untuk kegiatan transaksi keuangan. Kini hampir semua orang sudah atau pernah menggunakan pembayaran digital saat bertransaksi membeli barang secara online.
Tren itu juga ditangkap platform e-Commerce yang membuat studi tentang kebiasaan berbelanja warga Indonesia menggunakan fasilitas ShopeePay selama 2020.
Salah satu temuan menariknya adalah teller bank bakal membutuhkan waktu 1.500 tahun untuk menghitung seluruh transaksi melalui platform pembayaran mereka.
“ Situasi yang penuh dengan ketidakpastian membawa tantangan telah mendorong setiap orang untuk terus beradaptasi,” kata Marketing Manager ShopeePay, Cindy Candiawan, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 25 Januari 2021.
Dari riset yang dilakukan perusahaan, Cindy mencatat pemanfaatan ShopeePay oleh masyarakat Indonesia selama tahun 2020.
Untuk pembayaran offline, cukup kuat dengan use cases dari berbagai kategori. Sayangnya, perusahaan tak merilis nilai transaksi melalui platform pembayaran dompet digital yang mereka peroleh.
Di kategori makanan dan minuman (food and beverage), Shopee mengklaim total transaksi kategori ini setara dengan dua porsi makanan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sementara di sektor kesehatan dan kebugaran, transaksi produk kesehatan dan kebugaran dengan 460 ribu kotak masker medis.
Lebih dari 6,5 juta troli belanja dibutuhkan untuk membawa semua kebutuhan pokok yang terjual pada tahun 2020.
Lalu, bagaimana dengan transaksi online? Selama 2020, paket internet dan tagihan yang dibayarkan dengan ShopeePay setara dengan 12.500 tahun panggilan telepon.
Total tagihan listrik yang dibayarkan dengan ShopeePay pada 2020 dapat menerangi jalanan di Jakarta selama 30 tahun. Lalu, seorang teller bank memerlukan waktu 1.500 tahun untuk menghitung total transaksi online yang dilakuan melalui dompet digital ini.
“ Tahun ini, ShopeePay ingin melangkah lebih jauh dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia melalui kampanye dan inovasi yang menarik. Kami juga akan menambah use case baru dan cerita sukses dari pelaku bisnis kecil hingga besar, sekaligus memberdayakan setiap industri dari hilir ke hulu,” kata dia.(Sah)
Advertisement

WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110

Dompet Dhuafa Heartventure, Berbagi Bersama Content Creator di Pelosok Samosir

Berawal dari Perasaan Senasib, Komunitas Kuda Klub Eksis 10 Tahun Patahkan Mitos `Mobil Malapetaka`


Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110


Rentetan 9 Gempa Guncang Aceh, BMKG Ingatkan Waspada Aktivitas Seismik di Sekitar Simeulue

WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar

Paniki, Kuliner Ekstrem Khas Sulawesi Utara dari Daging Kelelawar

5 Destinasi Wisata di Palangkaraya yang Wajib Masuk Daftar Wishlist