Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
China Hui Culture Park (Foto: Shanghaiist.com)
Dream - Dengan tujuan memikat turis Muslim kaya dan meningkatkan citranya di dunia Arab, pemerintah China rela mengeluarkan dana besar untuk membangun sebuah taman bertema Islam.
China Hui Culture Park, yang dibuka pada tahun 2005, sekarang sedang diperluas sebagai bagian dari rencana untuk mengubah citra taman di Provinsi Ningxia itu menjadi objek wisata halal.
Hui adalah kelompok etnis mayoritas Muslim yang tinggal di provinsi barat laut China yang secara etnis dan bahasa mirip dengan orang-orang Han. Etnis Han sendiri merupakan etnis mayoritas di seluruh daratan China.
Terletak di Yinchuan, di dataran Sungai Kuning, taman tersebut berdiri hampir 970 km ke barat kota Beijing. Sejumlah pengamat mempertanyakan manfaat dari mengembangkan taman yang ditujukan untuk wisatawan internasional tapi terletak begitu jauh dari kota-kota pesisir yang tengah booming.
Namun hal itu tidak menyurutkan tekad pemerintah daerah untuk tetap melanjutkan pengembangan China Hui Culture Park menjadi taman wisata bertema Islam.
Salah satu bukti dari tekad pemerintah itu adalah pembangunan terminal bandara raksasa seluas 80.000 meter persegi di Bandara Internasional Yinchuan Hedong. Selain itu pemerintah daerah juga mengganti tanda-tanda jalan di sekitar kota dengan tanda-tanda yang menampilkan terjemahan bahasa Arab.
Namun menurut NBC News, terdapat satu masalah yang dihadapi China. Belum ada satupun wisatawan Arab yang datang ke taman tersebut. Tempat parkir digambarkan 'hampir kosong' dan harga tiket telah dikurangi menjadi 80 yuan (sekitar Rp 160 ribu) selama musim panas dan 60 yuan (sekitar Rp 118 ribu) selama musim dingin.
Selain itu, banyak atraksi, seperti pertunjukan tari dan laser bertema Arab, belum dibuat atau telah ditutup.
Petugas taman juga menolak mengomentari penjualan tiket yang sepi. Namun mereka mengharapkan untuk melihat satu juta pengunjung setiap setahun sekali jika pengembangan taman tersebut selesai dibangun.
(Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula