Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Indonesia dengan kekayaan budaya menjadi ujung tombak dalam menarik minat wisatawan asing. Tak ada yang dapat menolak eksotisme kultur Tanah Air.
Terbukti dengan adanya pertumbuhan turis mancanegara dari Eropa ke Indonesia dalam satu tahun terakhir. Hal ini tak lepas dari ajang tahunan Festival Indonesia Moskow (FIM).
"FIM ini peminatnya sangat besar. Tahun lalu kita tembus 135 ribu pengunjung dari target 120 ribu. Sebagian besarnya masuk ke Indonesia karena ada 13,45 persen growth kunjungan wisatawan Eropa ke Indonesia, khususnya Rusia," papar Agustini Rahayu, Direktur Marketing Eropa Area Kementerian Pariwisata Indonesia di konferensi pers Ferry Sunarto, Jakarta, Rabu 3 Mei 2019.
Acara yang telah berlangsung selama tiga tahun itu merupakan festival Indonesia terbesar di Moskow. FMI menghadirkan ragam budaya Indonesia yang mencakup fashion, kuliner, seni rupa dan pertunjukan.
Produk budaya tersebut rupanya sangat menarik minat pengunjung. Duta Besar RI untuk Moskow, Wahid Supriyadi menyebutkan profit FIM pada tahun lalu mencapai US$2,3 juta.
"Produk fashion kita sangat diminati, mulai dari batik, jumputan, tenun dan aneka kain nusantara. Pertunjukan seni seperti kolintang, gamelan, tari tradisional, batik workshop dan wayang merupakan atraksi yang tidak pernah terpantau sepi di FIM," ujar Wahid.
Bertempat di Krasnaga Presnya Park pada 2-4 Agustus 2019 mendatang, festival ini akan diramaikan dengan berbagai booth kuliner, seni dan budaya dari 8 provinsi Indonesia.
"Tahun ini Yogyakarta sangat luar biasa, mereka menempati booth seluas 200 meter persegi, dua kali lebih besar dari DKI Jakarta. Nantinya akan memamerkan aneka kerajina furnitur," ujarnya.
Selain itu, desainer Ferry Sunarto juga akan menghadirkan 30 koleksi kebaya dari kain Sulawesi Tenggara di gelaran fashion show pada 4 Agustus mendatang.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
