Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Ibu Melahirkan (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi psikologis dan mental ibu setelah melahirkan tak boleh dianggap sepele. Hal ini karena perubahan hormon yang drastis lalu rutinitas yang sangat berbeda dari sebelumnya, membuat ibu sangat berisiko mengalami depresi hebat atau dikenal dengan baby blues syndrome.
Depresi pasca melahirkan tersebut bisa dipicu banyak hal. Seperti kondisi hormon, lingkungan yang tak mendukung atau kurangnya komunikasi dengan pasangan. Sebuah penelitian mengungkap gejala yang sangat jelas yang dialami oleh seorang ibu dengan baby blues syndrome.
Diketahui, kemarahan yang terus-menerus jadi pertanda yang utama adanya depresi pascamelahirkan. Penelitian ini dilakukan tim dari British Columbia University.
" Ada bukti yang mengindikasikan kalau kemarahan yang terus terjadi akan meningkatkan intensitas depresi. Kondisi ini akan berdampak buruk pada ibu, anak dan seluruh keluarga," ujar Christine Ou, kepala penelitian.
Penelitian dilakukan dengan menganalisis data terkait depresi pasca melahirkan selama lebih dari 25 tahun. Juga diketahui perasaan tak berguna yang muncul, lalu adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita membuat seorang ibu menjadi marah terhadap dirinya sendiri dan berujung pada depresi.
" Ibu pada awalnya mungkin akan merasa kecewa kalau apa yang mereka bayangkan tak sesuai dengan realita, belum lagi penghakiman dari lingkungan, pasangan yang tidak membantu, luka nyeri pasca melahirkan, semuanya 'menyumbang' kondisi depresi pada ibu," ungkap Ou.
Jadi bagi para ibu yang mengalami kemarahan luar biasa, disertai perasaan tak percaya diri dan tak berguna, setelah melahirkan, cobalah untuk berkonsultasi. Bisa memulainya dengan menceritakan dengan dokter kandungan atau bisa langsung dengan psikolog.
Sumber: PopSugar
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

