Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Menurut penelitian terbaru, wanita cenderung selingkuh jika mereka memiliki gen varian 'pengkhianat cinta'.
Menurut studi yang dilakukan peneliti dari University of Queensland di Australia, wanita yang membawa varian tertentu dari gen yang memengaruhi perilaku sosial dan motivasi seksual, memiliki kecenderungan lebih besar untuk terlibat dalam perselingkuhan.
Varian dari gen 'pengkhianat cinta' yang disebut AVPR1A itu diketahui terkait dengan pergaulan bebas dan sifat kejam pada hewan.
Setiap orang membawa dua gen AVPR1A - masing-masing diwariskan dari setiap orangtua - sehingga cenderung terjadi penggabungan antara keduanya.
Namun variasi ini tampaknya hanya mempengaruhi wanita ketimbang pria.
Bersama tim yang terdiri dari ahli genetika dan ahli saraf, Brenda Zietsch dari University of Queensland, melakukan pengamatan terhadap DNA dan gaya hidup lebih dari 7.000 orang.
Hasilnya, 6,4 persen wanita ternyata tidak setia dan sebagian besar dari mereka ditemukan gen 'pengkhianat cinta' di dalam tubuhnya.
" Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan dasar-dasar genetik berpasangan lebih dari satu pada manusia," tutur tim peneliti dalam laporan mereka dikutip Dream.co.id dari laman Daily Mail, Selasa 17 Februari 2015.
Para ilmuwan mengatakan temuan ini mengejutkan. Sebab, selingkuh umumnya dianggap perilaku yang dipengaruhi oleh kombinasi gen yang berbeda serta faktor sosial dan budaya.
Peneliti tahun lalu dari University of Queensland menemukan bahwa perilaku selingkuh ternyata bisa menurun.
Mereka menemukan bahwa 63 persen dari perilaku tidak setia pada pria dan 40 persen pada wanita bisa dianggap sebagai gangguan genetik, termasuk pada variasi gen tertentu.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya