Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Para ilmuwan menyatakan telah menemukan cara mudah untuk menilai seseorang suka selingkuh atau tidak. Cukup dengan melihat pada panjang jari manis.
Dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam Biology Letters, para ilmuwan di University of Oxford melakukan penelitian terhadap 1.314 tangan pria dan wanita.
Hasilnya, pria dan wanita yang memiliki jari manis lebih panjang dari jari telunjuknya, terbukti tidak setia. Menurut penelitian, panjang jari tangan menjadi tanda penting tentang pergaulan bebas.
Penelitian didasarkan pada metode rasio 2D:4D, yang mengatakan bahwa panjang jari manis seseorang mengindikasikan tingkat hormon testosteron saat berada di dalam kandungan.
Semakin panjang jari manis seseorang, dibandingkan dengan jari telunjuknya, semakin tinggi hormon testosteron yang dikeluarkan dalam kandungan. Hal ini dikaitkan dengan perilaku selingkuh atau pergaulan bebas.
Penelitian juga menemukan bahwa pria dan wanita sebenarnya punya kecenderungan yang sama untuk selingkuh. Data tersebut didapat dari kuesioner online tentang kebiasaan seksual terhadap 585 responden antara usia 18-63 tahun.
Data tersebut menyebutkan 57 persen pria cenderung suka selingkuh dan 43 persen memilih untuk setia.
Sementara untuk yang wanita 47 persen cenderung untuk selingkuh sementara sisanya, 53 persen, memilih untuk setia.
Data 2D:4D saja menunjukkan baik pria dan wanita cenderung melakukan selingkuh yang masing-masing mencapai 62 persen dan 50 persen.
Namun peneliti mengatakan ini bukan sesuatu yang mutlak. Karena masih banyak faktor lain yang memengaruhi.
Tingginya jumlah responden yang termasuk kategori 'tak setia' dalam penelitian kuesioner mungkin disebabkan oleh pengaruh pengalaman hidup dan budaya.
"Perilaku manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti lingkungan dan pengalaman hidup," kata Robin Dunbar, salah satu profesor Oxford yang melakukan penelitian.
"Apa yang terjadi di dalam rahim mungkin hanya memiliki efek yang sangat kecil pada sesuatu yang kompleks seperti hubungan seksual."
(Sumber: huffingtonpost)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari