Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi
Dream - Timbunan lemak di tubuh terkadang dianggap menjadi penyebab timbulnya guratan-guratan putih seperti kulit jeruk (stretch mark). Hal ini memang mengganggu penampilan, namun sebaiknya jangan dulu menyalahkan lemak.
Menurut penelitian timbunan lemak dan kehamilan, ternyata bukan salah satu penyebab hadirnya stretch Mark. Faktor genetik yang dianggap menjadi kondisi medis yang berpengaruh.
Dikutip Newsmaxhealt, Selasa 19 Mei 2015, para peneliti di Genetics Company 23andMe mengidentifikasi empat penanda genetik terkait dengan perkembangan stretch mark.
Mereka menganalisis 33.930 orang, termasuk hampir 14.000 orang dengan stretch mark dan lebih dari 20.000 tidak.
" Untuk saat ini, tidak ada varian genetik yang diketahui terkait dengan terisolasi stretch mark yang mempengaruhi masyarakat umum," kata 23andMe director of research, Joyce Tung.
Stretch mark dialami oleh 50 persen remaja dan 80 persen pria dan wanita dewasa, namun penyebab pasti tidak diketahui. Banyak faktor yang diduga berperan termasuk distensi berlebihan kulit akibat kehamilan, pertumbuhan, dan berat badan.
Tidak sedikit melakukan laser dan penggunaan krim untuk merangsang produksi kolagen guna mengurangi munculnyaI. Menurut Tung, selain itu penelitian baru menunjukkan berjalan kaki dapat mencegah dan mengurangi stretch mark. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun