Hari Hijab Sedunia, Meluruskan Kesan yang Keliru

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 1 Februari 2019 18:15
Hari Hijab Sedunia, Meluruskan Kesan yang Keliru
Survei di Instagram dan Facebook menyebut puluhan persen perempuan berjilbab hadapi diskriminasi.

Dream - Hari hijab sedunia digelar pada 1 Februari. Pada tahun ini, hari hijab sedunia mengangkat tema `Breaking Stereotypes, Shattering Boundaries` (Melawan Stereotypes, Menghancurkan Batasan)

Tema yang diangkat itu dipakai untuk menjelaskan berbagai miskonsepsi yang muncul dalam masyarakat dunia. Dikutip dari laman World Hijab Day, untuk mendobrak stigma yang muncul pada perempuan berjilbab, mereka menggelar survei di Instagram dan Facebook.

Survei itu diikuti sebanyak 40 ribu pengikut Instagram dan 790 ribu pengikuti di Facebook fan page.

Lima miskonsepsi yang dibagikan di antaranya, mengenai apakah para Muslimah yang mengenak hijab beranggapan bahwa hijab merupakan penindasan.

" Sebanyak 94 persen pengikut di Instagram menjawab tidak dan 6 persen menjawab iya. Sementara itu, di Facebook, 81 persen menjawab tidak dan 19 persen menjawab iya."

Salah satu pertanyaan survei yang menjadi kekhawatiran bersama yaitu munculnya diskriminasi terhadap para perempuan berhijab.

" Sebanyak 58 persen Muslimah (atau akun Instagram) pernah mengalami diskriminasi, dan 42 persen diantaranya tidak mengalami," tulis di artikel itu.

Sementara itu, perempuan yang mengenakan Facebook terdiri dari 60 persen jawaban `ya` dan 40 persen menjawab tidak," ujar dia.

Dalam survei yang digelar, banyak dari pengguna akun menyebut merasa tak dipaksa menggunakan jilbab. Pertanyaan itu muncul karena, ada seorang muslimah di Facebook yang mengungkapkan keinginannya ke pasangan untuk.

Tetapi, kekasih Muslimah itu menyebut tidak perlunya mengenakan hijab.

Beri Komentar