Busi Mobil Sering Digunakan Oleh Penjahat Untuk Memecahkan Kaca Mobil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kasus pencurian mobil semakin marak dengan metode lebih canggih. Tak lagi merusak kunci pintu, kini para pencuri menggunakan teknik memecahkan kaca mobil menggunakan busi dan makin marak terjadi.
Mengutip laman NTMC Polri, Rabu 6 November 2019, Kepala Unit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Agung Wibowo, menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak menutup kaca secara penuh saat parkir. Kaca mobil dibiarkan dibuka sedikit agar udara bisa masuk.
“ Tipsnya kalau parkir pada siang hari, kaca mobil harus dibuka paling tidak 1 sentimeter agar ada sirkulasi udara,” kata Agung di Jakarta.
Jika ada sirkulasi udara, kata dia, para pelaku tak bisa memecahkan kaca dengan pecahan busi.
Agung melanjutkan, beragam benda digunakan oleh para pelaku untuk melancarkan aksinya. Cara yang biasa digunakan adalah memecahkan kaca dengan mendorong helm. Yang lagi ngetren, jendela mobil dipecah dengan serbuk busi mobil atau motor.
Agung membeberkan cara si panjang tangan memecahkan kaca dengan serbuk besi. Pelaku kerap menggunakan pecahan busi motor. Busi ini diberi air liur agar dingin.
Saat dilemparkan dan terkena kaca kendaraan yang panas dan bertekanan tinggi, kaca mobil bosa retak dan mudah didorong oleh pelaku. Setelah terbuka, pelaku pun memboyong barang berharga yang ditinggal pelaku di dalam mobil.
Tak Lagi Gunakan Kapak dan Linggis
Agung mengatakan memecah kaca dengan benda keras seperti linggis dan kapak sudah jarang dilakukan. Selain mengeluarkan bunyi keras, tentu cara ini juga membahayakan pelakunya.
Makanya, cara memecahkan kaca dengan menekan helm ke kaca mobil bisa lebih efektif. Hal ini disebabkan oleh suara yang minim ditimbulkan.
Tapi, mereka akan kesulitan membuka kaca mobil jika kaca filmnya bagus.
Dream – Keberadaan busi di mobil sangat penting. Jika barang ini tak ada, kendaraan tak bisa melakukan pembakaran awal. Maka itu, pemilik mobil harus rutin memeriksa busi.
Inspeksi rutin itu bisa membantu kendaraanmu tetap prima. Kamu pun akan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.
Dikutip dari Nissan Indonesia, Senin 18 Maret 2019, kamu harus memastikan busi mobil masih menyala dan bisa digunakan. Kondisi busi yang layak pakai adalah masih memercikkan listrik dan tak gosong.
![]()
Kamu bisa mengenali busi mobil yang rusa atau tidak dilihat dari ciri-ciri khusus. Pertama, busi berwarna using atau cokelat. Ini menandakan busi mobil mendekati masa pensiunnya. Kamu harus segera menggantinya.
Yang ke dua, berwarna kemerah-merahan atau kekuning-kuningan. Artinya, ada hawa panas yang melanda mesin secara berlebihan. Masalah ini timbul karena pendingin mesin juga bermasalah.
Ke tiga, gosong. Ciri yang satu ini menunjukkan ada kesalahan yang terjadi di bagian pengaturan bahan bakar. Segera cek kelistrikan dan aliran bensin.
Ke empat, kerak di kepala busi. Indikasi ini menunjukkan pengaturan bahan bakar buruk yang berakibat pada kebocoran pada bagian sill klep. Alhasil, busi pun kemasukan oli tersebut.
Ke lima, busi meleleh. Kondisi ini menunjukkan ada elektroda yang meleleh atau gosong akibat kebocoran mesin atau masalah kompresi. Sebagian oli terbakar di mesin.
Ke enam, kondisi basah. Busi basah karena terkena sisa pelumas yang menempel di kepala busi dan elektroda. Periksalah ritme pengapian. Perbaiki juga bahan bakarnya.
Kamu juga perlu memastikan jarak busi dan pemantik tak terlalu dekat dan tak terlalu jauh. Kalau busi sudah uzur, pastikan juga tak ada oli dan kotoran yang mengendap di kepala busi.
Tujuannya untuk mencegah busi berkarat dan listrik terhalang ketika sedang menyalakan mobil.
Dream - Busi merupakan komponen terpenting dalam mesin mobil. Bisa dibilang, busi adalah kunci beres tidaknya sebuah mesin.
Dengan fungsinya yang teramat penting tak heran jika kondisi busi harus benar-benar diperhatikan. Sedikit saja mengalami kerusakan akan membuat kinerja mesin terganggu bahkan sampai mati.
Busi yang rusak membuat pembakaran tidak sempurna. Ini bisa menimbulkan kerusakan lebih parah apabila tidak segera diatasi.
Lalu, apa saja tanda busi mobil rusak? Berikut ini ciri-cirinya seperti dikutip dari Daihatsu.co.id.
![]()
Ketika Mesin Idle
Masalah di busi tentu bisa diketahui saat mesin mobil dalam keadaan idle. Ketika busi mobil bermasalah, putaran mesin terasa kasar. Kondisi ini bisa dirasakan di dalam kabin mobil.
Ketika mesin dalam keadaan idle, biasanya muncul getaran-getaran yang menunjukkan busi bermasalah.
Ketika tuas gas diinjak, mobil terasa berat bergerak. Bisa jadi ini pertanda busi sudah rusak.
Ketika Mobil Jalan
Tanda kerusakan busi bisa dideteksi ketika mobil dijalankan. Busi yang bermasalah menyebabkan akselerasi menjadi terhambat karena mobil kekurangan tenaga. Kondisi ini disebabkan oleh busi yang tidak terawat.
Kalau muncul gejala ini, sebaiknya mobil tidak diakselerasi maksimal. Kalau dipaksakan, mobil akan mogok dalam perjalanan. Segera ke bengkel dan ganti busi lama dengan yang baru.
Ketika Mobil Mati
Segeralah pergi ke bengkel untuk memeriksa bagian busi. Di sana kamu bisa mendeteksi apakah busi mobilmu masih layak pakai atau sudah harus diganti. Kamu bisa mengetahuinya dari warna busi.
Kalau busi sudah berwarna kecokelatan, tandanya masa pengunaan busi hampir habis dan harus diganti. Kalau warnanya merah atau kuning, tandanya kamu terlalu berlebihan ketika memanaskan mobil atau kamu harus mengecek bagian pendingin mobil.
Kalau businya hitam gosong, tandanya ada kesalahan dari setelan bahan bakar. Kalau businya meleleh, kemungkinan kompresi mobil bocor.
Advertisement