Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Pemeriksaan Dokter/ Foto: Shutterstock
Dream - Pada kondisi mendesak saat sedang sakit, ibu hamil atau menyusui obat terpaksa harus diminum. Perlu diingat tak semua obat aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui.
Keluhan seringan apapun yang dialami ibu hamil dan menyusui, sebelum minum obat sebaiknya konsultasi dengan dokter lebih dulu. Dikutip dari Instagram @bpom_ri, penggunaan obat pada masa kehamilan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin.
Selama trimester pertama, obat dapat menyebabkan cacat lahir (teratogenesis). Selama trimester kedua dan ketiga, obat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan secara fungsional pada janin atau dapat meracuni plasenta.
Penggunaan obat pada ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI (air susu ibu). Selain itu obat yang dikonsumsi juga dapat ditemukan kandungannya di dalam ASI sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap bayi yang menerima ASI.
Ada prinsip penggunaan obat pada ibu hamil. Hal ini penting untuk diketahui ibu hami dan menyusui.
1. Sebisa mungkin hindari penggunaan obat pada trimester pertama kehamilan
2. Apabila diperlukan gunakan obat-obatan yang telah dipakai secara luas pada kehamilan dan dilakukan di bawah pengawasan dokter dan apoteker
3. Obat harus digunakan pada dosis efektif terkecil dalam jangka waktu sesingkat mungkin
4. Hindari polifarmasi (penggunakan obat dalam jumlah banyak)
Penting untuk mengetahui contoh obat yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Antara lain Asetaminofen (parasetamol) dan Ibuprofen (penggunaan terbatas dapat digunakan apabila parasetamol kurang efektif). Antibiotik golongan sefalosporin, seperti cefaclor, cefalexin, cefuroxim.

Juga antibiotik golongan penicillin, seperti amoxicillin, ampicillin. Lalu antibiotik golongan carbapenem, seperti meropenem
Untuk contoh obat yang tidak aman untuk ibu hamil dan menyusui, yaitu warfarin, simvastatin, tramadol, asam mefenamat, dan salbutamol
Bila memang harus mengonsumsi obat, pastikan pilih obat yang manfaatnya lebih besar daripada risikonya terhadap ibu maupun bayi. Konsultasikan penggunaan obat dengan dokter atau apoteker sehingga dapat dipilih obat yang paling sedikit terkandung di dalam ASI.
Atur juga waktu menyusui, berikan jeda 1-3 jam setelah minum obat baru kemudian menyusui. Jangan langsung menyusui setelah minum obat. Hentikan sementara menyusui apabila obat yang digunakan tidak aman untuk bayi. Amati bayi apabila muncul tanda-tanda yang tidak biasa atau efek samping yang mungkin terjadi.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes