Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Idap Sindrom Langka, Pemilik Warung Tidur Selama 300 Hari Setahun (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang pria di India mengidap gangguan penyakit aneh berupa waktu tidur yang sangat lama. Dalam setahun, pria itu hanya bisa bangun selama 65 hari dan 300 hari sisanya habis untuk tidur.
Pria tersebut bernama Purkharam dan berusia 42 tahun. Dia adalah seorang warga dari kampung Bhadwa, sebelah barat dari distri Rajasthan Nagaur, India.
Purkharam menghabiskan 300 dari 365 hari dalam setahun untuk tidur sehingga dijuluki warga setempat sebagai Kumbhakarna dari India.
Diketahui Purkharam mengidap gangguan langka yang dikenal sebagai Axis Hypersomnia. Dia selama ini menghabiskan aktivitas sehari-harinya seperti mandi, bekerja, dan makan dalam kondisi tidur.
Di saat banyak orang tidur normal selama 6-8 jam sehari, Purkharam bisa tidur siang selama 25 hari berturut-turut.
Awalnya Purkharam diketahui mengidap gangguan langka itu pada 23 tahun silam. Dengan kondisinya tersebut, kehidupan dan kebahagian Purkharam terganggu sejak saat itu.
Dalam kondisi tersebut, Purkharam masih bisa menjalankan usaha toko selama 5 hari dalam sebulan. Begitu tertidur, tantangan menjadi berat baginya untuk bisa bangun.
Keluarga mengatakan, Purkharam awalnya hanya tidur selama lebih dari 7-8 per hari. Namun seiring waktu dan gejala yang semakin memburuk, kini dia bisa tertidur 20-25 hari.
Selama tertidur, keluarga harus memberikan makan dan memandikannya. Bahkan dia mungkin tetap bekerja di saat tidurnya.
Meski sudah menjalani perawatan dan punya waktu tidur panjang, Purkharam mengaku tubuhnya sering merasa lelah dan produktivitasnya juga menurun. Ia juga mengeluhkan gejala lain terkait gangguan langka itu salah satunya sakit kepala parah.
Istrinya, Lichmi Devi dan ibunya, Kanvari Devi berharap Purkharam bisa segera sembuh dan menjalani kehidupan normal kembali.
(Sumber: Indiatimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya