Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seluruh negara sedang kewalahan menghadapi virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 yang kini bermunculan dengan varian atau strain baru. Penting diketahui, virus selalu berubah, dan itu dapat menyebabkan terbentuknya varian, atau strain baru, dari virus.
Varian biasanya tidak memengaruhi cara kerja virus, namun terkadang membuatnya bertindak dengan cara yang berbeda. Ilmuwan di seluruh dunia sedang melacak perubahan pada virus yang menyebabkan Covid-19. Penelitian mereka membantu para ahli memahami apakah varian Covid tertentu menyebar lebih cepat daripada yang lain, bagaimana mereka dapat memengaruhi kesehatan Anda, dan seberapa efektif berbagai vaksin dapat melawannya.
Lalu ada berapa varian virus corona?
Coronavirus tidak muncul begitu saja baru-baru ini. Virus ini adalah keluarga besar virus yang telah ada sejak lama. Banyak di antaranya dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari batuk ringan hingga penyakit pernapasan yang parah.
Coronavirus baru atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 adalah salah satu dari beberapa yang diketahui menginfeksi manusia. Ini mungkin sudah ada selama beberapa waktu pada hewan. Terkadang, virus pada hewan menyebar ke manusia.
Itulah yang menurut para ilmuwan yang sedang terjadi saat ini. Jadi virus ini bukanlah hal baru di dunia, tetapi baru bagi manusia. Ketika para ilmuwan mengetahui bahwa virus tersebut membuat manusia sakit parah, lalu dinamakan virus corona baru.
Para ilmuwan telah membagi virus corona menjadi empat sub-kelompok, yang disebut alfa, beta, gamma, dan delta. Tujuh dari virus ini dapat menginfeksi manusia. Berikut daftarnya dikutip dari WebMD.
- 229E (alfa)
- NL63 (alfa)
- OC43 (beta)
- HKU1 (beta
- MERS-CoV, virus beta yang menyebabkan Middle East respiratory syndrome (MERS)
- SARS-CoV, virus beta yang menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS)
- SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19
Bagaimana varian virus bisa terjadi?
Virus korona memiliki semua materi genetiknya dalam sesuatu yang disebut RNA (asam ribonukleat). RNA memiliki beberapa kesamaan dengan DNA, tetapi keduanya tidak sama.
Ketika virus menginfeksi manusia, maka menempel pada sel, masuk ke dalamnya, dan membuat salinan RNA, yang membuatnya menyebar. Jika ada kesalahan penyalinan, RNA akan berubah. Ilmuwan menyebut perubahan itu sebagai mutasi.
Perubahan ini terjadi secara acak dan tidak sengaja. Itu adalah bagian normal dari apa yang terjadi pada virus saat berkembang biak dan menyebar. Karena perubahannya acak, mungkin sedikit atau tidak ada perbedaan pada kesehatan seseorang.
Jika virus memiliki perubahan acak yang membuatnya lebih mudah menginfeksi orang dan menyebar, varian itu akan menjadi lebih umum. Intinya adalah bahwa semua virus, termasuk virus corona, dapat berubah seiring waktu.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha