6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Rancangan Desainer Hijab, Jenahara (Jakartafashionweek.co.id)
Dream - Kemunculan sejumlah nama besar dan prestasi perancang busana muslim yang mulai merebut hati banyak orang ternyata juga tak luput dari perhatian desainer kondang, Oscar Lawalata. Desainer yang kerap mengusung budaya lokal ini ternyata memiliki pandangan lain terhadap kemunculan sejumlah desainer busana muslim.
Bukan menganggapnya sebagai pesaing, Oscar justru senang dengan sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh para desainer busana muslim dalam mengharumkan nama bangsa. Namun, ia memiliki pendapat sendiri mengenai fenomena kemunculan para desainer hijab.
" Sebetulnya kalau saya pribadi kurang setuju kalau baju dikaitkan dengan agama. Agama itu kan sebenarnya mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, mengenai ketenangan hati dan jiwa serta hubungan antara personal dengan Tuhan," ucapnya kepada Dream.co.id di ajang Jakarta Fashion Week 2015.
Lebih lanjut desainer yang merupakan kakak kandung pemain film Mario Lawalata ini juga mengatakan, dunia fesyen seakan bertolak belakang dengan nilai-nilai agama.
" Dunia fesyen itu kan identik dengan kesan glamor dan sealu melulu bicara tentang penampilan. Sementara kalau agama kan lebih bersahaja bukan menonjolkan kesan seperti yang ditawarkan dunia fesyen," kata Oscar.
Dalam perhelatan Jakarta Fashion Week 2015, Oscar Lawalata bekerjasama dengan desainer asal Belanda, Mada van Gaans. Keduanya mengusung tema 'The Ceremony of Java' berupa 48 koleksi pakaian mulai dari gaun malam hingga busana ready-to-wear.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
