Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Keunikan karakter dan tradisi yang turun temurun pada masyarakat Jawa menjadi sumber inspirasi bagi perancang busana, Oscar Lawalata. Dalam perhelatan Jakarta Fashion Week 2015, Oscar yang bekerjasama dengan Mada van Gaans mengusung tema 'The Ceremony of Java'.
Tema tersebut diangkat sebagai sebuah representasi sejumlah prosesei kuno Jawa dan kisah para penari Bedoyo dalam balutan abad ke-3 Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Mataram di abad ke-18. Kostum, gerakan, dan keanggunan Penari Bedoyo membuat Oscar dan Mada jatuh hati untuk menjadikan karakter misteri nigrat dalam sebuah karya seni busana.
Dalam koleksi 48 busana kali ini, Oscar dan Mada yang sama-sama mengagumi keelokan budaya Indonesia mengaku sempat menemukan beragam kendala. Perbedaan pendapat dalam menuangkan ide kreatif merupakan salah satu kendala diantara keduanya.
" Kalau kesulitan kolaborasi pasti ada dalam setiap proses kreatif karena kita masing-masing punya ciri khas. Yang lebih penting bagaimana kita mengatur jadwal dan koleksi seperti dan lebih share waktu untuk diskusi," kata Oscar.
Disebutnya lagi, dalam menuangkan ide kreatif baik dirinya maupun Mada tidak menemukan kendala yang cukup berarti. Mengingat Mada juga sempat menjadi salah satu artist residency di yogjakarta dan merupakan seorang yang juga mencintai seni.
Ketika disinggung berapa waktu yang dibutuhkan keduanya, Mada menyebut hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan mulai dari pemilihan tema, sharing ide hingga proses produksi pakaian. Kesibukan keduanya sebagai perancang busana juga membuat Oscar dan Mada kerap menyiasati agar kolaborasi ini bisa terwujud.
" Kadang juga kami Skype untuk mengkomunikasikan ide, jadi kalau ada hal-hal yang harus di-share tapi waktunya terbatas kan lebih mudah untuk saling tahu perkembangan kolaborasi ini," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya