Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ikut meramaikan panggung Jakarta Fashion Week 2015, desainer Itang Yunasz untuk pertama kalinya tampil show tunggal dengan koleksi busana muslimah. Pesona keanakeragaman tenun dari bagian Timur Indonesia diangkat Itang untuk tema busana muslimah yang didominasi warna merah ini.
Guratan tenun ikat super besar serta ornamen Sumba dalam cetakan digital printing dan bunga Bali dan bunga anggrek dibuat dengan teknik embroidery creative art atau tampil dengan sentuhan tiga dimensi.
" Tenun Sumba kan mahal sekali dan kalau dipotong juga sayang. Itulah kenapa kita mengaplikasikannya dalam bentuk digital printing. Tenun itu cantik ketika diangkat menjadi koleksi busana muslimah dengan tema Exotic Journey," kata Itang, Senin 2 November 2014.
Tak hanya warna merah yang diambil Itang, show tunggalnya diawali dengan warna hijau semu dan biru terang, perpaduan biru terang dan terracotta, kemudian light terracotta, biru indigo motif ikat, perpaduan warna indigo diselingi dengan terracotta dan diakhiri dengan orange terracotta.
Untuk bahan, Itang menggunakan sifon, satin, rawsilk, organza dan foam jersey pada 60 koleksinya. " Siluet bertumpuk dalam gaya jaket panjang blouse tunik dengan teknik anyaman, gamis dengan tumpukan ruffles pada ujung tunik, dan celana panjang yang mendominasi," ujarnya.
Sedangkan untuk koleksi busana pria, Itang menampilkan t-shirt super baggy, celana printing, jaket panjang, blus pas badan, jaket tunik dan baju koko dengan warna-warna yang sama dengan koleksi untuk perempuan.
Director Creative, Diaz Persada merasa bangga dengan koleksi yang ditampilkan desainer busana muslimah. " Tiap tahun desainer busana muslimah selalu mengalami perkembangan yang cukup baik. Di tahun ini yang spesial Itang Yunasz tampil pertama kalinya show tunggal dengan koleksi modest fashion atau busana muslimah. Ini jadi kebangaan tersendiri untuk saya," kata Diaz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya