Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Nutrisi yang seimbang sangat diperlukan organ tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Jika kita mengurangi porsi atau kualitas makanan tanpa pertimbangan yang tepat, kita bisa berisiko kekurangan mineral dan kondisi lainnya, atau dapat dikenal dengan istilah malnutrisi.
Inilah alasan mengapa malnutrisi termasuk ke dalam gangguan kesehatan serius yang perlu segera ditangani. Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk mengetahui apa saja tanda-tanda tubuh kekurangan gizi.
Masalah Tidur
" Kurang makan sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk. Orang yang kurang nutrisi di dalam tubuh, akan cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk tidur nyenyak," kata Nmami Agarwal, seorang ahli gizi.
Jika lapar, kemungkinan tubuh tidak akan bisa beristirahat secara alami dan maksimal. Kamu memang tidur tetapi besar kemungkinan akan terbangun di tengah malam karena rasa lapar yang tidak terpuaskan. Jadi, tidak hanya penting untuk makan sebelum tidur, tetapi juga makan dengan benar yaitu dengan memperhatikan apa yang dimakan sebelum tidur.
" Rambut rontok dapat terjadi akibat asupan kalori, protein, dan vitamin dan mineral tertentu yang tidak memadai," kata Nmami.

Rambut tidak hanya membutuhkan perawatan dari luar, tetapi juga asupan nutrisi yang konsisten untuk mempertahankan pertumbuhannya. Makanan yang kaya akan vitamin C, zat besi, asam lemak omega-3, seng, dan selenium dapat membantu memerangi kerontokan rambut.
" Jika kamu makan terlalu sedikit kalori akan menyebabkan kelelahan karena energi yang tidak mencukupi untuk berolahraga atau melakukan aktivitas seperti biasanya," kata Nmani.

Makanan adalah bahan bakar tubuh dan fakta ini tidak dapat disangkal. Mengkonsumsi makanan yang tidak cukup memadai dapat menyebabkan berkurangnya energi dan akan mengakibatkan lesu. Makanan yang tinggi protein dan zat besi dapat membantu menjaga tingkat energi, terutama makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan kering, dan biji-bijian.
“ Asupan rendah kalori yang berkepanjangan dan pola makan yang ketat sering dikaitkan dengan sifat reaksi yang mudah marah dan kemurungan,” ujar Nmami.
Jika kamu tidak mendapatkan jumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, maka tubuh tidak mendapatkan apa yang dibutuhkannya untuk berfungsi dengan baik. Hal ini yang akan memengaruhi kondisi mental dan secara emosional pula.
Sering Merasa Lapar
" Jika kurang makan akan menyebabkan perubahan hormonal yang meningkatkan rasa lapar untuk mengimbangi asupan kalori dan nutrisi yang tidak memadai," ungkap Nmami.
Bila makan pada interval yang tidak biasa, mungkin kamu tidak cukup makan selama waktu makan. Pada saat yang sama, juga harus berhati-hati untuk selalu tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Mengkonsumsi makanan kaya serat dapat membuat kenyang lebih lama.
Coba berlatih untuk mengontrol porsi makanan. Itu sama pentingnya dengan apa saja makanan yang dikonsumsi. Mempraktikkannya dapat membantu kamu untuk mengikuti diet seimbang dan lebih stabil secara emosi.
Hindari juga makanan yang tinggi gula. Makanan ini cenderung memberi kamu dorongan energi yang cepat, tetapi sebenarnya tidak akan bertahan lama. Konsumsi kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan masalah lebih lanjut
Makanan dan minuman yang terlalu banyak gula juga akan mengganggu tidur kamu, bahkan akan menyebabkan masalah pencernaan. Oleh karena itu, kamu harus mengatur minuman yang mengandung tinggi gula.
Sebagian besar makanan paling baik dikonsumsi pada waktu tertentu. Misalnya, meminum kopi dan teh saat perut kosong di pagi hari dapat memperburuk masalah keasaman. Demikian pula, sering disarankan untuk makan buah segar sebagai camilan di pagi atau sore hari daripada dimakan di akhir sebagai makanan penutup. Oleh karena itu, selain porsi makanan, kamu juga harus memperhatikan waktu.
Laporan Devi Tri Aprilianza / Sumber: FoodNDTV