Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Minum Kopi. (Source: Shutterstock)
Dream - Sangat wajar jika kamu merasa lelah setelah beraktivitas seharian. Sahabat Dream mungkin biasanya beristirahat selama beberapa saat untuk memulihkan energi.
Sebagian orang bisa merasa segar setelah istirahat, namun ada juga orang yang kelelahan terus menerus. Penyebabnya bisa dari masalah kesehatan fisik maupun mental. Penelitian membuktikan sekitar 20-60 persen kelelahan disebabkan oleh berbagai masalah fisik dibandingkan mental.
Pola makan berperan besar pada energimu, sehingga rasa lelah bisa disebabkan jenis makanan atau minuman yang kurang sehat. Dilansir dari Brightside.me, berikut beberapa penyebab rasa lelah yang tak kunjung hilang.

Foto: Shutterstock
Tubuh akan terasa segar saat mengonsumsi kafein dalam jumlah yang tepat. Jika berlebihan, kafein yang ada pada kopi atau teh bisa menyebabkan rasa kantuk. Sesuaikan dosis kafein dengan kondisi tubuh dan pilih jenis minuman atau makanan berkafein yang tepat agar kamu merasa lebih segar.
Hipotiroidisme adalah penyakit yang umum di Amerika Serikat dan lebih banyak menyerang wanita. Penyakit ini terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang sesuai dengan kebutuhkan tubuh untuk mengontrol metabolisme.
Jika mengalami penyakit ini, kamu akan mudah lelah dan mengalami kenaikan berat badan. Tak hanya itu, hipotiroidisme juga dapat menyebabkan gejala depresi.
Sindrom Kelelahan Kronis
Kondisi ini adalah kondisi kelelahan yang sangat ekstrem, biasanya berlangsung selama lebih dari 6 bulan. Sindrom ini tidak dapat diperbaiki dengan istirahat saja, bahkan kamu dapat merasa pusing sepanjang waktu.
Diagnosis sindrom ini belum ada obatnya karena sebagian gejalanya dapat ditangani dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Dalam beberapa kasus, gejalanya dapat berlangsung selama bertahun-tahun, meskipun sedang dalam perawatan yang tepat.

Foto: Shutterstock
Kurangnya asupan cairan tubuh bisa menyebabkan kelelahan dan sulit konsentrasi. Pasalnya, air minum bisa menjadi sumber oksigen yang membuat tubuh terasa segar. Penuhi asupan cairan dengan minum air cukup agar tubuh tidak mudah lelah dan mencegah insomnia.

Foto: Shutterstock
Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia dan kelelahan. Selain kelelahan, orang yang anemia biasanya memiliki kulit lebih pucat. Segera periksa ke dokter jika mengalami kelelahan berkepanjangan.
Konsumsi bayam dan jenis makanan lain yang tinggi zat besi. Kamu pun bisa mengonsumsi suplemen untuk mencegah dampak buruk anemia.
Laporan: Devi Tri Aprilianza
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun