Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Virus Corona Pada Sel Manusia Yang Diperbesar (Foto: NIAID)
Dream – Saat ini kamu sedang melihat foto keganasan virus virus corona yang sedang menggerogoti sel manusia. Virus corona Covid-19 merupakan patogen yang menjadi biang dari pandemik global yang menyebabkan kematian hingga ribuan jiwa di muka bumi.
Sejumlah gambar berhasil diambil oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Gambar ini menunjukkan beberapa aktivitas virus corona jenis baru ketika menyerang sel manusia.
Gambar ini berhasil ditangkap dengan menggunakan scanning electron microscope. Sementara warna dari gambar virus ini diperbaiki oleh NIAD. Dilansir dari IFL Science, berikut gambar dan penjelasannya.

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases, gambar yang berhasil diambil tersebut menunjukkan ratusan partikel virus SARS-CoV-2 yang terdapat pada permukaan sel manusia.
Gambar ini menunjukkan bagaimana ratusan partikel virus COVID-19 dengan struktur titik-titik kecil pada permukaan sel manusia. Gambar tersebut berhasil diambil dari seorang pasien Amerika ketika memasuki kondisi apoptosis atau disebut dengan kematian sel.
Ukuran virus corona jenis baru ini berukuran antara 120 hingga 160 nanometer. Artinya, virus ini tidak bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya. Akan tetapi hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

Virus corona ini ternyata ukurannya lebih kecil daripada satu untai RNA yang termasuk dalam lipid bilayer dan protein spikes. Virus corona masuk dalam kategori keluarga besar gen virus, termasuk di dalamnya adalah patogen yang bertanggungjawab atas wabah virus SARS pada tahun 2000-an silam.
Meskipun ukuran virus-virus ini sangat kecil, akan tetapi mereka dapat menyebabkan kerusakan sel manusia. Kemudian, cara kerja virus corona ketika akan menginfeksi sel manusia adalah dengan cara menggunakan protein spikes untuk mengikat membran sel.
Ketika sudah di dalam sel, virus ini membajak sel yang diserangnya (sel inang) tersebut untuk mereplikasi, kemudian menciptakan dirinya sebanyak mungkin. Virus corona menciptakan salinannya itu hingga ribuan.
Pada akhirnya, sel yang ia tumpangi tersebut kewalahan dan secara perlahan akan mati. Sedangkan si virus corona ini akan menyerang sel-sel baru lainnya.
Itulah gambar-gambar virus corona ketika sedang menggerogoti sel manusia. Betapa mematikannya virus ini sehingga menjadi pandemik global. Kekhawatiran masyarakat semakin menjadi-jadi dikala korban yang berjatuhan akibat si kecil mematikan ini semakin banyak.
Berbagai kebijakan pemerintah juga sudah diterapkan. Anda perlu mengikuti anjura terkait pencegahan virus corona supaya anda dan orang-orang terdekat anda selamat dari bahaya virus ini.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan