Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Vaksin corona hingga kini masih terus dikembangkan sejumlah perusahaan farmasi dan para ahli. Beberapa di antara calon vaksin itu diklaim sudah memasuki tahap akhir dengan hasil yang semakin menjanjikan. Vaksin dianggap menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran virus covid-19.
Seperti Moderna, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, mengumumkan bahwa uji klinis tahap II. Sementara Sinovac Biotech, perusahaan farmasi asal Tiongkok dan Astra Zeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford, juga telah melakukan tahap serupa.
Sinovac telah bekerja sama dengan beberapa negara, yaitu Bangladesh, Brasil, dan Indonesia untuk melakukan uji coba klinis tahap III.
Tiga Kandidat Vaksin Corona
Berbagai tahap uji coba klinis dilakukan sebelum akhirnya sampai pada tahap perizinan. Dan setelah beberapa waktu yang cukup lama, terdapat tiga kandidat vaksin yang paling menjanjikan
Sinovac, perusahaan asal Tiongkok kini telah melakukan uji coba klinis tahap III. Pengujian vaksin ini akan dilakukan dibeberapa negara, salah satunya di Indonesia. Rencananya uji tahap ketiga dengan cara menyuntikkan vaksin ke manusia ini akan dilakukan pada Agustus mendatang.
Uji coba yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan itu, akan digawangi oleh PT Bio Farma yang bekerja sama dengan Universitas Padjajaran.
Jika uji tahap III ini berhasil dan mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maka kemungkinan vaksin dapat diproduksi massal pada kuartal pertama tahun 2021.
Cara kerja vaksin Sinovac ini adalah dengan melemahkan virus penyebab covid-19. Dan sistem imun tubuh akan membuat sebuah sistem kekebalan. Sehingga bila terpapar virus covid-19, maka sistem imun akan mengenalinya dan siap untuk melawan virus tersebut.
Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan Astra Zeneca dan Universitas Oxford Inggris. Hingga saat ini uji coba klinis vaksin telah memasuki tahap III. Di Inggris vaksin ini tengah menjalani uji coba klinis tahap II dan III. Serta uji coba tahap III di Brazil dan Afrika Selatan.
Cara kerja vaksin ini adalah menggunakan metode viral vector vaccines. Yaitu vaksin yang berisi gen virus corona dan disuntikkan ke dalam sel tubuh. yang akan memicu respon dari sistem kekebalan tubuh yang nantinya akan dapat melindungi dari virus covid-19.
Sementara itu, vaksin yang bisa digunakan untuk masyarakat luas baru bisa dipasarkan setelah hasil uji coba klinis tahap III berhasil dan perizinan distribusi bisa keluar.
Vaksin ini akan mulai memasuki tahap III pada 27 Juli mendatang. Dalam pengujian ini sebanyak 30 ribu orang dari 87 lokasi berbeda di Amerika Serikat akan diikutsertakan.
Puluhan ribu orang tersebut akan menerima vaksin dengan dosis 100 mikrogram. Lalu 29 hari setelahnya akan diberikan dosis tambahan yang sama. Nantinya orang-orang tersebut ada yang akan dikelompokkan dalam kelompok placebo.
Apabila penelitian tahap akhir ini nantinya berhasil, maka kemungkinan pada awal tahun 2021, vaksin tersebut sudah bisa di produksi massal.

Proses pengembangan sebuah vaksin memang membutuhkan waktu yang lama. Berbagai taha uji coba dilakukan untuk mendapatkan hasil yang benar-benar efektif melawan virus.
Umumnya ada enam tahapan untuk memastikan bahwa sebuah aman dan siap untuk digunakan. Yaitu:
Proses perancangan vaksin
Tahapan pertama ini, merupakan tahap awal bagi para peneliti untuk mengenali dan mempelajari virus. Mencari tahu bagaimana cara sistem kekebalan tubuh dapat mengenalinya. Dan membuat pertahanan untuk melindungi tubuh.
Pengujian pada hewan
Pada tahap ini vaksin yang telah dibuat, diuji pertama kali pada hewan. Vaksin yang disuntikkan tersebut berfungsi untuk mengetahui efektifitas dan efek samping dari vaksin.
Namun, pada kasus virus corona, tahapan ini tidak dilakukan. Alasannya adalah untuk menghemat waktu. Sehingga vaksin lebih cepat untuk diproduksi.
Uji klinis fase ke-1
Pengujian ini dilakukan pada manusia. Untuk melihat efektifitas dan efek samping dari vaksin. Biasanya pada uji klinis fase ke-1, masih menggunakan sampel yang sedikit.
Uji klinis fase ke-2
Pengujian ini juga dilakukan pada manusia. Bedanya adalah sampel yang digunakan lebih banyak. Sehingga nantinya didapatkan analisis yang lebih mendalam.
Uji klinis fase ke-3
Pada pengujian ini semakin banyak sampel yang dilibatkan. Dan waktu yang digunakan juga semakin lama.
Persetujuan berdasarkan regulasi
Jika semua tahap uji coba klinis sudah berhasil dilewati dan menunjukkan hasil yang baik, maka tahap selanjutnya adalah mendapatkan persetujuan dari lembaga yang berwenang dari masing-masing negara. Misalnya di Indonesia, maka butuh persetujuan BPOM untuk mendapat perizinan agar vaksin dapat di produksi massal.
Untuk itu, sembari menunggu vaksin berhasil melewati berbagai tahapan uji coba, maka kiat tetap harus menjaga diri. Dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat berpergian, serta menjaga jarak aman saat berada dikeramaian.
(Sumber: sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya