Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Sistem Kekebalan Tubuh Tidak Hanya Berfungsi Mencegah Penularan Virus. (Foto: Shutterstock)
Dream - Semenjak pandemi Covid-19, semua orang melakukan berbagai cara untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Mulai dari memperbaiki pola makan hingga menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungan sekitar.
Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh tidak hanya berfungsi mencegah penularan virus. Sistem kekebalan tubuh juga memiliki 3 fungsi berbeda untuk menjaga kesehatan. Berikut di antaranya.
1. Fungsi Pertahanan (Defense)
“ Fungsi pertama sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan, dengan memperbanyak sel darah putih serta membentuk antibodi,” ungkap Budi Setiabudiawan, Spesialis Anak dalam webinar Kalbe ‘Lindungi Anak Indonesia dengan Daya Tahan Tubuh yang Optimal’, Kamis 23 Juli 2020.
Jika berfungsi dengan normal, sistem kekebalan tubuh akan berhasil mengeliminasi bakteri, kuman atau virus penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
Namun dalam kondisi abnormal, sistem kekebalan tubuh bisa menyebabkan dua hal. “ Bisa hiperaktif dan menyebabkan alergi atau hipersensitivitas, atau hipoaktif yang menyebabkan infeksi berulang (imunodefisiensi),” jelasnya.
Fungsi kedua adalah mempertahankan fungsi degenerasi atau katabolisme tubuh.
“ Akan ada sel yang rusak pada tubuh karena sudah tua atau mengidap penyakit tertentu. Sel ini harus dihilangkan dengan sistem kekebalan tubuh supaya tidak menyebabkan kelainan”.
Dalam kondisi tidak normal, fungsi inilah yang bisa menjadi hiperaktif, tidak dapat mengenali atau membedakan sel yang rusak dan menyebabkan seseorang mengidap autoimun.
3. Fungsi Pengawasan (Surveillance)
“ Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk memonitor dan mengenal tipe sel abnormal yang muncul secara konstan. Dalam kondisi tidak normal, fungsi ini bisa menyebabkan keganasan seperti leukemia,” tutup Budi.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha