Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Bisa Bermain Dengan Atau Tanpa Mainan. (Foto: Shutterstock)
Dream - Ketika ingin mengajak atau membiarkan anak bermain, terkadang orangtua merasa bingung harus menyediakan barang atau menyiapkan permainan apa.
Apalagi, orangtua ingin memastikan anak agar mendapatkan banyak manfaat bagi tumbuh kembangnya ketika bermain.
Namun, sebenarnya anak bisa bermain dengan atau tanpa mainan. Anak juga bisa terlibat dalam permainan atau bermain sendiri.
“ Ada tiga konsep bermain anak, yaitu mainan, permainan dan bermain. Yang memberi manfaat besar itu bukan mainan atau permainannya, tapi proses bermainnya,” ungkap Anna Surti Ariani, Psikolog Anak dan Keluarga dalam Webinar Paddle Pop #MainYuk di Rumah, Rabu 22 Juli 2020.
Meskipun ketiga hal yang termasuk dalam konsep terdengar hampir sama, namun sebenarnya memiliki perbedaan.
“ Mainan atau toy adalah alatnya yang bisa dibeli atau dibuat. Permainan atau games itu adalah berbagai aktivitas menyenangkan seperti petak jongkok dan ular naga. Sedangkan, bermain adalah kegiatannya”.
Memiliki mainan akan percuma jika tidak digunakan. Sama halnya dengan permainan yang tidak dimainkan. Sehingga, bermain bisa dilakukan dengan berbagai cara.
“ Mainan nggak harus beli, kita bisa pakai yang dimiliki dan bikin sendiri. Proses membuat mainan bisa jadi proses bermain juga. Coba kreatif untuk mencari beragam bentuk permainan seperti story telling dan role play,” katanya.
Ketika bermain, orangtua bisa terlibat untuk meningkatkan komunikasi dengan anak dan membantu tumbuh kembangnya agar lebih optimal dari segi sosial serta pemecahan masalah.
“ Bermain dengan anak bisa membangun kedekatan dengan orangtua serta memberi manfaat psikologis,” tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya