Intip 'Jurus' Solo Traveling Asyik ala Dian Pelangi

Reporter : Rizki Astuti
Jumat, 20 Oktober 2017 14:45
Intip 'Jurus' Solo Traveling Asyik ala Dian Pelangi
Solo traveling nggak perlu takut!

Dream - Desainer kenamaan Dian Pelangi rupanya kerap mencuri waktu di sela mengikuti ajang peragaan busana di luar negeri. Dia memanfaatkan sisa waktu yang ada meski sangat singkat untuk solo traveling.

Wanita berusia 26 tahun ini nyaman bepergian sendiri. Meski cara itu diakui sering membuatnya kesulitan saat ingin mengambil foto. Dian pun berkenan membagikan pengalamannya sebagai tips bagi para solo traveler.

" Kan aku sendirian. Paling aku nawarin duluan " Do you want me to take your picture?"  Aku fotoin. Pas sudah, dia nanya balik mau difotoin nggak, ya sudah mau. Jadi jurusnya gitu," ujar Dian ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dian Pelangi© Instagram

Dian juga punya jurus anti repot saat solo traveling. Dia tak perlu membawa koper saat pindah dari satu ke tempat lainnya karena hanya dalam satu hari.

" Jadi aku kalau traveling itu nggak pernah nginep jadi sehari pulang-pergi, jadi nggak bawa koper. Cuma bawa diri sama bawa tas. Jadi naik kereta dua jam di sana sendiri, cari tourist attraction sendiri," jelas Dian.

Mimpi Dian Pelangi© MEN

Bagi Dian, solo traveling mengajarkan untuk lebih mandiri. Pengusaha muda ini juga menyarankan agar tidak perlu khawatir saat berpergian sendiri, terutama di luar negeri.

" Benar-benar pembelajaran buat aku kemandirian itu seperti apa. Nggak perlu takut diculik atau apa," tuturnya. 

(Sah)

1 dari 1 halaman

Cerita Dian Pelangi Alami Diskriminasi di Paris

Dream - Desainer kenamaan Dian Pelangi sukses memamerkan karyanya di Paris FashionWeek 2018, Rabu, 4 Oktober 2017. Meskipun mendapat respon yang positif di akhir show, ternyata ada cerita tak menyenangkan di back stage.

Sesaat sebelum para model berjalan di catwalk, Dian mengaku mendapat perlakuan diskriminatif dari pihak penyelenggara. Meski tak menjelaskan perlakuan seperti apa, Dian mengatakan masih banyak masyarakat Perancis yang belum ramah pada wanita hijab.

Di Paris, lanjut Dian, ternyata banyak masyarakat belum bisa menerima hijab dengan tangan terbuka. Bahkan saat show, model yang akan memamerkan karyanya diminta untuk melepas hijabnya.

Dian pelangi© dream.co.id

" Aku ditanya,'Dian kamu full hijab? Copot dong lima, kita nggak mau kontroversial kalau full hijab' aku bilang nggak mau. Aku kekeuh, desainer kan nggak mau diatur," ujarnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, 17 Oktober 2017.

Dengan perjuangannya, Dian pun akhirnya bisa menggelar show tanpa harus membukahijab para modelnya. Bahkan dia menjadi satu-satunya desainer yang menggelar fashion show hijab dalam perrhelatan itu.

Tak hanya berhenti sampai disitu, diskriminasi lain juga dialami saat Dian hendak makan di sebuah restoran. Dian mengaku tidak dilayani oleh pengelola restoran lantaran mengenakan hijab.

Dian pelangi© dream.co.id

" Aku panggil waiternya bilang 'wait' terus sampai satu setengah jam ada di sana ya sudah aku tinggalin saja. Jadi memang beberapa orang nggak apreciate dengan hijab," cerita Dian.

Hal inilah yang membuat Dian salut dengan muslimah Paris yang masih tetap hijab. Dia juga memahami jika faktor diskriminasi membuat para Muslimah belum bisa mengenakan hijab sepenuhnya.

" Mereka belinya juga bukan kerudung tapi syal ya. Yang penting buat mereka pakai rok dan baju panjang. Makanya saya maklumi saja kalau mereka masih kelihatan leher karena diskriminasi," pungkasnya.

Beri Komentar