6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Tes Pendengaran Bayi/ Foto: Shutterstock
Dream - Masih banyak orangtua yang tak menyadari pentingnya deteksi pendengaran pada bayi baru lahir. Biasanya, orangtua baru memeriksakan pendengaran anak saat ada keluhan.
Fungsi pendengaran sangat vital. Dengan mengetahui keluhan atau gangguan pendengaran pada anak lebih awal, kelak penanganan dan perawatan bisa jadi lebih efektif. Redaksi Dream.co.id berkesempatan untuk berbincangp dengan dr. Edo Wira Candra, M. Kes, Sp. THT-KL dari Rumah Sakit EMC Sentul.
Dalam acara Live Instagram Ngobras 12 Maret 2021 lalu, dr. Edo memberikan informasi terkait masalah kesehatan pendengaran. Terutama pentingnya pemeriksaan awal atau skrining pendengaran pada bayi baru lahir.
Menurut dr. Edo bayi yang baru lahir sebelum pulang k erumah seharusnya sudah dilakukan skrining pendengaran terlebih dahulu. Tepatnya 48 jam setelah bayi dilahirkan.
Simak informasi selengkapnya dalam IGTV DREAMCOID.
© Dream
View this post on Instagram
© Dream
Dream - Infeksi telinga identik dengan rasa sakit yang luar biasa, bayangkan jika ini terjadi pada anak atau bayi. Pastinya mereka akan sangat tersiksa. Banyak yang tak tahu kalau infeksi telinga pada bayi cukup umum terjadi.
“ Sebagian besar anak, hingga 80 persen akan memiliki satu kali infeksi telinga pada usia empat tahun,” kata Sheila Jacobson, dokter anak di Clairhurst Pediatrics.
Seringkali orangtua tak menyadari kalau anaknya mengalami infeksi di telinganya. Terutama pada bayi dan anak di bawah tiga tahun yang belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya secara jelas.
Apa penyebab infeksi telinga?
Infeksi telinga adalah infeksi virus atau bakteri di telinga tengah. Biasanya dimulai dengan pilek atau alergi, yang dapat menyebabkan saluran eustachius — saluran antara telinga tengah dan tenggorokan atas — tersumbat.
" Efeknya adalah cairan menumpuk di area tepat di belakang gendang telinga, dan tekanan dari peradangan inilah yang menyebabkan rasa sakit yang hebat," kata Jacobson.
© Dream
Anak-anak di bawah usia dua tahun tidak bisa begitu saja mengatakan, 'telingaku sakit,', membuat infeksi telinga bayi sulit dideteksi. Jacobson mengatakan untuk mewaspadai demam, terutama jika didahului oleh pilek, juga tangisan, kekakuan, kehilangan nafsu makan dan rewel.
Anak-anak dengan infeksi telinga sering kali tidak dapat tidur nyenyak, karena tekanan di telinga tengah pada saluran eustachius meningkat saat mereka berbaring. Dan jika melihat cairan atau nanah mengalir dari telinga anak, itu pertanda pasti adanya infeksi. Perhatikan juga jika anak kerap menggaruk, menarik atau menggosok telinganya.
Kabar baiknya adalah sebagian besar infeksi telinga bayi hilang dengan sendirinya. Beberapa mungkin memerlukan antibiotik, namun itu pun jika sudah parah.
“ Jika anak berusia lebih dari enam bulan, jika dia terlihat sehat dan tidak ada demam tinggi, maka awasi sebelum memberikan antibiotik,” kata Jacobson.
Segera konsultasikan dengan dokter jika curiga anak mengalami infeksi telinga. Terutama jika si kecil sulit tidur dan rewel disertai demam tinggi.
Sumber: Today Parents
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya