Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Imajinasi anak-anak tak akan pernah ada habisnya. Mereka bisa jadi apapun yang diinginkan hanya dalam sekejap mata. Tak heran kalau anak suka sekali bermain peran. Bisa menjadi guru, dokter, polisi, Ratu Elsa atau mungkin Ultraman.
Bermain peran atau pura-pura menjadi tokoh tertentu ternyata sangat baik bagi anak-anak. Permainan tersebut membuat imajinasi mereka tersalurkan, memicu pemikiran kreatif dan tak ketinggalan menambah rasa percaya diri.
" Saat anak ingin menjadi dokter misalnya, dia akan memeriksa boneka dengan tali yang sudah diikatnya dengan kaca, agar menyerupai stetoskop. Atau ketika ingin jadi pembalap, mereka duduk di kursi, lalu menggoyangkan badan ke kanan dan kiri. Aktivitas ini menandakan mereka mulai mengerti perbedaan tiap profesi dan menambahkan perbendaharaan katanya," kata Eve Mitchell, seorang psikolog anak.
Bahkan jika anak si kecil sangat serius mengikuti gerakan ala superhero atau duduk manis di kursi seperti puteri kerajaan, itu tanda kalau imajinasinya sedang tinggi-tingginya. Bermain peran, terutama jika bermain bersama anak-anak lainnya, aka membuat anak belajar berbagi, kerja sama, dan sosialisasi.
Anak-anak yang dibiarkan bermain dengan imajinasinya cenderung kreatif saat dewasa. Hal tersebut sangat baik untuk melatih kemampuan mereka dalam memecahkan masalah.
(Sah/Sumber: Very Well)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya