Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jayne Sefton, Annabelle Dan Ruby (Foto: Daily Mail)
Dream - Jayne Sefton, ibu asal Inggris ini tak pernah membayangkan bakal menjalani prosedur operasi janin perdana di dunia. Operasi tersebut dilakukan saat Sefton hamil anak kembarnya, Annabelle dan Ruby. Janin kembar Sefton mengalami twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS).
Kondisi tersebut membuat Annabelle dan Ruby memiliki bobot tubuh yang sangat jauh berbeda. Berat Annabelle dua kali lipat berat Ruby saat masih dalam kandungan. Hal ini bisa terjadi karena plasenta tidak membagi secara sama nutrisi dari ibu untuk dua janin dalam kandungan.
Akibatnya, berat badan bayi sangat jauh berbeda satu dengan yang lain. Jika dibiarkan efeknya bisa fatal, salah satu janin bisa meninggal dalam kandungan atau setelah dilahirkan.
" Anakku kembar identik, membayangkan salah satunya tak selamat merupakan mimpi buruk. Hari saat aku dioperasi adalah hal paling menyeramkan sekaligus menyenangkan. Terutama ketika mendengar detak jantung keduanya dalam kondisi normal," kata Sefton.
© Dream
Sebelum dioperasi, Sefton mengalami pendarahan saat kehamilannya berusia 8 minggu. Lalu saat janin berusia 18 minggu, baru diketahui kalau Ruby mengalami TTTS, sehingga beratnya lebih kecil 12 persen dibanding Annabelle. Jika dibiarkan, Ruby bisa mengalami kekurangan darah dan gagal jantung.
Lalu pada bulan Maret, Sefton menjalani operasi laser selama 45 menit di King's College Hospital, London. Saat itu usia janin 24 minggu. Selama operasi dokter menggunakan sinar laser untuk membuka sumbatan di plasenta, agar dua janin kembar di kandungan bisa mendapat nutrisi dan darah yang sama.
" Meski sempat berpikir buruk tapi melihat proses operasi berjalan baik, aku sangat lega. Saat operasi berjalan, aku dalam keadaan sadar dan bisa melihat detail operasi melalui kamera," ujar
Sefton.
Prosedur operasi ini dipelopori oleh profesor Kypros Nicolaides dari King's College Hospital, London, dan dr Surabhi Nanda dari Liverpool Women's Hospital. Saat ini baru rumah sakit
tersebut King's College Hospital yang bisa menjalani prosedur rumit ini.
Operasi berjalan lancar, Annabelle dan Ruby pun berkembang dengan normal dalam kandungan. Saat dilahirkan melalui operasi caesar keduanya juga dalam kondisi baik hingga sekarang.
Sumber: Daily Mail
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya