Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Mengisi Bensin Ke Motornya. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bensin oplosan sangat berbahaya bagi kendaraan bermotor, terutama motor-motor tua. Bensin hasil campuran dari minima dua jenis bahan bakar ini bisa membuat motor pensiun sebelum waktunya.
Dikutip dari Wahana Honda, Jumat 2 Agustus 2019, bensin oplosan bisa merusak komponen-komponen dalam mesin. Bisa-bisa motormu turun mesin. Berkaca dari hal tersebut, kamu harus waspada ketika membeli bensin, terutama di warung-warung teori jalan.
Jangan sampai niat mengisi bahan bakar karena lebih irit, motormu malah masuk bengkel. Apalagi kalau harus merogoh kocek yang cukup banyak untuk memperbaikinya.
Agar kamu tak tertipu antara bensin murni dan oplosan, berikut adalah tiga cara yang bisa kamu lakukan:
Pertama, kamu bisa menggunakan jari tangan untuk menguji bensin yang dibeli ini ori atau abal-abal. Kamu cukup memasukkan jari ke bensin yang dijual. Tunggulah beberapa saat.
Kalau bensinnya lekas mengering, itu artinya asli. Jika sebaliknya, ada sisa di jarimu, itu artinya bensinnya oplosan.
Sekadar informasi, bensin merupakan zat cair yang cepat menguap. Makanya ruang bensin motor dibuat kedap udara dan rapat-rapat.
Yang kedua, kamu bisa menggunakan koran bekas. Bensin KW akan membuat tulisan di koran lekas luntur.
Mengapa? Pengoplos biasanya menggunakan minyak tanah sebagai bahan campuran. Tinta koran tak tahan dengan minyak tanah.
Kalau tulisan di koran terbaca dengan jelas, itu artinya bensin yang kamu beli benar-benar bensin, bukan kaleng-kaleng.
Warna bahan bakar juga menjadi solusi, lho. Pada umumnya, bensin yang asli akan berwarna bagus kalau premium ya kuning cerah, pertalite hijau, sedangkan pertamax merah layaknya sirup dan biru tua untuk yang 92.
Kalau kalian menemui selain warna tersebut saat mengisi bensin di pengecer, bisa dipastikan kalau itu adalah bensi oplosan.
Satu lagi, semua bensin yang asli tidak akan meninggalkan banyak edapan di dasar botol. Bahan bakar tersebut selalu bening tanpa terkontaminasi bahan lain.
Dream - Kebiasaan pemilik kendaraan roda empat saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) memang tidak sama. Beberapa ada yang selalu mengisi penuh.
Sebagian lagi memilih tak mengisi penuh tangkinya. Alasannya bermacam-macam. Ingin hemat atau sedang tak punya uang.
Namun, kebiasaan manakah yang sebetulnya lebih aman untuk kendaraan kita? Mengisi penuh tangki BBM atau tak usah terlalu sering?
Dikutip dari Suzuki, Jumat 17 Mei 2019, tangki BBM pada mobil sebaiknya diisi penuh. Alasannya, pengisian full tank bisa menghindari risiko karat tangki BBM. Apalagi kalau mobil jarang digunakan.
Penguapan pada tangki BBM yang tidak penuh atau kosong bisa menyebabkan timbulnya karat pada tangki BBM tersebut.
Untuk mobil yang selalu aktif dan digunakan tiap hari untuk beraktivitas, sejatinya tidak masalah kalau tidak diisi penuh. Namun, alangkah baiknya jika bensin diisi penuh.
Selain risiko BBM dihindari, pemilik mobil juga merasa nyaman karena rasa khawatir bensin habis tak ada. Mereka juga tak perlu sering ke SPBU untuk mengisi bahan bakar.
Mengisi penuh BBM memang disarankan tapi ada aturannya. Jangan sampai meluap ke permukaan.
Tangki BBM memerlukan ruang untuk udara agar BBM bisa mengembang. Kalau ruangan tangki penuh bensin, udara akan keluar melalui lubang hawa.
Hal ini tentu sudah pasti akan membuang BBM dengan percuma. Untuk mencegahnya, minta kepada petugas SPBU sampai nozzel BBM bunyi klik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya