Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jurus Jitu Hentikan Kebiasaan Menyentuh Wajah Selama Virus Covid-19. Ilustrasi : Loreal Paris
Dream - Menggunakan masker dan sarung tangan tak sepenuhnya membuat kamu bisa aman dari paparan virus corona. Tahukah kamu jika manusia sering kali tak sadar telah menyentuh area muka saat menggunakan alat pelindung diri (APD) tersebut.
Kabar buruknya, risiko penularan Covid-19 menjadi bertambah besar jika virus corona menempel di bagian wajah seperti mulut, hidung, atau mata. Ini adalah jalur termudah bagi virus dan bakteri untuk memasuki tubuh kita. Jadi tidak heran kalau banyak dokter dan peneliti yang meminta untuk menghilangkan kebiasaan memegang wajah.
Menyentuh bagian wajah memang respons natural yang dimiliki manusia. Sebuah penelitian menunjukan seseorang dapat menyentuh muka mereka selama 16 kali dalam satu jam saja. Lebih parahnya lagi, kita sering tidak menyadarinya.
Di lansir dari laman healthline, Seorang ahli mengatakan bahwa profesional medis, yang seharusnya banyak tahu mengenai hal ini, rata-rata dari mereka masih menyentuh wajah mereka sebanyak 19 kali dalam 2 jam. Lantas, kenapa orang sering menyentuh wajahnya?
Seorang Psikiater dari California, mengatakan bahwa orang-orang mempunyai kebiasaan seperti, sering menyentuh wajah, menyeka mata, menggaruk hidung, menggigit kuku, dan memutar kumis mereka. Mereka melakukan ini untuk menghilangkan ketidaknyamanan seperti saat gatal, ketika mereka cemas, malu atau stres, dan bahkan saat tidak merasakan apapun.
Memang benar berhenti menyentuh wajah jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun menurut ahli bukan hal yang mustahil untuk bisa menghentikan kebiasaan itu. Berikut ini dilansir dari laman healtline, trik jitu yang bisa kalian coba untuk menghentikan kebiasaan memegang wajah sehingga bisa meminimalisir penularan covid-19.

Terkadang, menyentuh wajah adalah kebiasaan yang tidak bisa dipungkiri. Walau tekad untuk tidak menyentuh wajah sudah bulat, tapi terkadang masih saja dilakukan. Maka dari itupastikan bahwa tangan kita selalu dalam keadaan bersih. Kita dapat melakukan Tindakan pencegahan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir setidaknya selama 20 detik. Hal ini dapat membantu memastikan tangan kita terbebas dari virus saat kita lupa memegang wajah.

Seseorang mungkin telah mengubah beberapa kebiasaan lain seperti tidak berjabat tangan. Tetapi orang sering menyentuh wajah tanpa mereka sadari. Jadi langkah pertama dalam mengurangi kebiasaan menyentuh wajah adalah menyadarinya, Jika kita sadar dengan kebiasaan memegang wajah yang dapat muncul secara tiba-tiba itu, maka akan ada kesempatan bagi kitauntuk mengurungkan niat tersebut.
Zachary Sikora, PsyD, seorang psikolog klinis di Northwestern Medicine Huntley Hospital di Huntley, mengatakan, “ Kamu hanya perlu menyadari untuk bisa mengurangi menyentuh wajah. Dengan menyadari kamu bisa tahu apa yang akan kamu lakukan, “ katanya.

Kamu dapat menempelkan kertas-kertas catatan atau pengingat di segala penjuru ruangan rumah atau kantormu. Dengan begitu, Anda akan selalu ingat untuk tidak menyentuh wajah.
Misalnya dengan menulis catatan,

Cara selanjutnya adalah dengan membuat tangan kita lebih sibuk dari biasanya. Misalnya seperti saat kita berada di rumah untuk menonton TV, carilah kesibukan seperti melipat cucian, atau memegang sesuatu di tangan. Sikora menjelaskan, bahwa sebaiknya kita selalu memegang tisu untuk menghindarkan tangan kita menyentuh wajah secara langsung.

Ternyata, menggunakan lotion atau pembersih tangan yang memiliki aroma kuat, bisa mencegah kita untuk menyentuh wajah dengan tangan. Sebab, di saat bau pembersih tangan itu sudah mendekat ke hidung, kita akan sadar bahwa sebentar lagi tangan akan “ sampai” ke wajah. Dengan begitu, kita bisa mengurungkan niat dan mengembalikan tangan ke posisi semula.

Mengikat jari tangan, dan memposisikannya di bawah meja atau meletakkannya di pangkuan, adalah cara menghilangkan kebiasaan menyentuh wajah. Ini menjadi sebuah pengingat bahwa kita sedang dalam masa tidak boleh menyentuh wajah.
Jika kita menyadari bahwa menyentuh wajah merupakan kebiasaan yang tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah mengenakan kaus tangan pelindung. Namun saat ini lebih baik menggunakan sarung tangan kain, sebab sarung tangan medis sangat bermanfaat untuk para tenaga medis yang lebih rentan tertular virus covid-19.
Sarung tangan ini digunakan sebagai pengingat bahwa kita sedang tidak boleh menyentuh wajah. Namun, sarung tangan kain sebaiknya dipakai saat kita sedang bepergian ke luar rumah.
Ketika sudah Kembali ke rumah, maka lepaslah sarung tangan itu, dan cucilah dengan air bersih dan sabun. Sebab, bisa saja sarung tangan itu sudah terkontaminasi dengan permukaan atau benda yang terjangkit virus corona.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya